BREAKING NEWS KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Operasi Senyap Ke-18 Sepanjang 2026

Pemalang,Topikonline.co.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, giliran Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang dikabarkan diamankan dalam operasi senyap yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026).

Kabar tersebut dibenarkan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Meski demikian, lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara resmi konstruksi perkara, dugaan tindak pidana korupsi yang diselidiki, maupun jumlah pihak yang turut diamankan dalam operasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, status hukum Anom Widiyantoro masih menunggu hasil pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. KPK juga belum mengumumkan nilai dugaan kerugian negara maupun barang bukti yang diamankan.

Apabila kemudian ditetapkan sebagai tersangka, operasi terhadap Anom akan tercatat sebagai OTT ke-18 KPK sepanjang tahun 2026, mempertegas tingginya intensitas penindakan terhadap dugaan korupsi yang melibatkan penyelenggara negara, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sepanjang tahun 2026, KPK terus menunjukkan taringnya melalui serangkaian operasi tangkap tangan terhadap pejabat publik.

Operasi diawali pada Januari dengan pengungkapan dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara yang menjerat delapan orang. Pada bulan yang sama, KPK juga melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo.

Memasuki Februari, operasi senyap berlanjut dengan penangkapan Kepala KPP Madya Banjarmasin Rizal, yang saat itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, serta Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta bersama Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.

Pada Maret, KPK kembali mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam perkara berbeda.

April diwarnai OTT terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, sementara Mei menjadi satu-satunya bulan tanpa operasi tangkap tangan.

Juni kembali menjadi bulan sibuk bagi KPK. Operasi saat itu turut menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim yang kemudian menyerahkan diri. Selain itu, KPK juga mengamankan Bupati Muara Enim Edison, seorang ASN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, serta melakukan operasi yang membuat Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri.

Memasuki Juli, KPK kembali bergerak dengan menyasar Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, hingga kini Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang periode 2025–2030 yang terpilih bersama Wakil Bupati Nurkholes pada Pilkada 2024 dan dilantik pada 20 Februari 2025.

Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, tahun 1970 itu memiliki latar belakang profesional di dunia korporasi sebelum terjun ke politik. Ia merupakan lulusan Sarjana Manajemen Keuangan Universitas Diponegoro dan Magister Manajemen Universitas Padjadjaran.

Selama lebih dari dua dekade, Anom berkarier di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari auditor internal, manajer, hingga general manager. Sebelum menjadi kepala daerah, ia menjabat Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Properti (HIPA) pada periode 2021–2024.

Publik kini menanti konferensi pers resmi KPK yang akan menjelaskan kronologi operasi, pihak-pihak yang diamankan, konstruksi perkara, serta status hukum Anom Widiyantoro.