TOPIKONLINE.CO.ID – Bogor: Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Dompet Yatim dan Dhuafa (Domyadhu) menginisiasi program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Pondok Pesantren Al-A’raf, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2026).
Program diawali dengan asesmen dan sosialisasi sebagai langkah membangun tata kelola limbah domestik yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi pesantren.
Mengusung tema “Transformasi Institusi Hijau dan Berkelanjutan”, Domyadhu mengajak warga pesantren mengubah cara pandang terhadap sampah. Limbah yang selama ini dianggap sebagai barang buangan didorong untuk diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Direktur LAZNAS Domyadhu, Iik Iksandi, mengatakan pondok pesantren memiliki potensi besar dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah karena merupakan lingkungan komunal yang beraktivitas selama 24 jam.
“Dengan jumlah santri yang terpusat, pesantren menghasilkan limbah domestik dalam jumlah signifikan. Jika dikelola secara sistematis, limbah tersebut tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren,” tutur Iik.
Menurutnya, penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pesantren diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa sampah bukan lagi persoalan, melainkan aset yang dapat memberikan nilai tambah.
Dalam pelaksanaannya, Domyadhu berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Al-A’raf dan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa. Melalui kerja sama tersebut, warga pesantren didorong untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah agar bernilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Iik berharap program ini menjadi langkah awal mewujudkan pesantren sebagai institusi yang hijau, mandiri, dan berkelanjutan. Selain itu, kebiasaan mengelola lingkungan sejak di pesantren diyakini dapat membentuk karakter santri sebagai agen perubahan yang membawa budaya hidup bersih dan peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa, Baharudin, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai Islam.
“Islam tidak hanya mengajarkan cara menyucikan diri melalui wudu, tetapi juga menyucikan bumi dari kerusakan. Transformasi institusi hijau adalah bentuk nyata kepemimpinan modern, di mana setiap sampah yang kita kelola dengan bijak adalah wujud ibadah dan kasih sayang kepada alam,” ujar Baharudin.
Salah satu fokus program adalah mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari pesantren. Sisa makanan, daun, dan limbah organik lainnya akan diolah menjadi kompos untuk mendukung penghijauan di lingkungan pesantren.
Menurut Baharudin, pengolahan sampah organik juga dapat mengurangi bau, mencegah munculnya lalat, serta menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan pengelolaan yang tepat, limbah organik yang sebelumnya menjadi persoalan dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Diketahui, kegiatan ini diikuti 248 peserta yang terdiri atas pimpinan pondok, dewan guru, pengurus pesantren, serta 220 santri. Seluruh warga Pondok Pesantren Al-A’raf diharapkan menjadi penerima manfaat dari program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular tersebut.












