Tujuh Pimpinan Tinggi Pratama Ditjenpas Dilantik, Mashudi Tekankan Integritas dan Keteladanan

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi. Melantik Tujuh pejabat terdiri atas empat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas, dua direktur, serta satu Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas).Foto:,ist/TPK

Jakarta,Topikonline.co.id — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memperkuat jajaran kepemimpinannya. Sebanyak tujuh Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Ditjenpas resmi dilantik di Graha Bakti Pemasyarakatan, Selasa (8/9/2026).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi. Tujuh pejabat yang dilantik terdiri atas empat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas, dua direktur, serta satu Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas).

Mereka adalah Yan Rusmanto sebagai Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Timur, Masjuno sebagai Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Mulyadi sebagai Direktur Pelayanan Tahanan dan Anak, Hernowo Sugiastanto sebagai Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, Aris Munandar sebagai Kakanwil Ditjenpas Bengkulu, dan M. Pithra Jaya Saragih sebagai Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Riau.

Sementara itu, Imam Purwanto dipercaya mengemban amanah sebagai Kalapas Kelas I Palembang.

Di balik prosesi pelantikan, Mashudi menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar perubahan posisi struktural. Amanah tersebut harus menjadi momentum untuk memastikan roda organisasi Pemasyarakatan berjalan semakin efektif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan di lapangan.

Mashudi menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan Pemasyarakatan.

“Ini menjadi upaya kita untuk menjaga kepemimpinan tetap berjalan dengan baik sekaligus memastikan tugas Pemasyarakatan terus dilaksanakan optimal,” ujar Mashudi.

Ia menekankan, langkah pertama yang harus dilakukan para Pimpinan Tinggi Pratama adalah membangun komitmen sekaligus meningkatkan kualitas jajaran di bawah kepemimpinannya.

Menurut Mashudi, integritas menjadi fondasi utama. Terlebih, jajaran Pemasyarakatan bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan kompleks di lapangan sehingga membutuhkan aparatur yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga memiliki keteguhan moral dalam menjalankan kewenangan.

Para pejabat baru juga diminta berpedoman pada 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas dan kualitas pelaksanaan tugas.

“Yang perlu dilakukan dengan cepat dan tepat adalah cara membangun integritas dari para pegawai yang ada di lapangan,” tegas Mashudi.

Mashudi mengingatkan, integritas tidak cukup dibangun melalui aturan dan slogan. Kepemimpinan harus mampu menerjemahkan komitmen tersebut menjadi perilaku nyata di lingkungan kerja.

Karena itu, para pejabat yang baru dilantik didorong memperkuat kerja sama, membangun soliditas, serta memberikan teladan kepada jajaran melalui semangat kerja, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian.

“Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam menjalankan tugas. Semoga semangat kerja dan komitmen tersebut terus menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan Pemasyarakatan,” harap Mashudi.

Pelantikan tujuh Pimpinan Tinggi Pratama tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kepemimpinan di lingkungan Ditjenpas dituntut tidak berhenti pada seremoni pergantian jabatan. Para pejabat baru membawa tanggung jawab untuk memastikan organisasi bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.

Amanah tersebut harus diwujudkan dengan menjunjung tinggi etika jabatan, menjaga integritas, memperkuat keteladanan, serta menutup ruang penyalahgunaan kewenangan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.