Jakarta,Topikonline.co.id – Tak selalu harus dengan seremoni besar. Kepedulian bisa hadir dalam bentuk sederhana: sebungkus makanan yang diberikan kepada mereka yang tengah berjuang mencari nafkah di jalanan.
Semangat itu diwujudkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melalui Kamis Berkah dengan membagikan 500 paket makanan siap saji kepada masyarakat pengguna jalan di sekitar kantor Ditjenpas, Jalan Veteran No. 11, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran Pemasyarakatan menerjemahkan motto “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat” ke dalam aksi nyata.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengatakan, pembagian makanan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya jajaran Pemasyarakatan untuk tetap hadir di tengah masyarakat.
“Semoga makanan yang dibagikan bermanfaat dan menjadi upaya kita untuk terus hadir di tengah masyarakat,” kata Mashudi.
Bagi pengguna jalan, bantuan sederhana itu terasa berarti. Seorang pengemudi ojek online yang menerima paket makanan mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan makan siang.
“Alhamdulillah saya dapat juga. Lepas nih makan siang. Semoga kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretaris Ditjenpas Gun Gun Gunawan menegaskan, Kamis Berkah bukan sekadar kegiatan berbagi makanan. Momentum tersebut juga menjadi ruang bagi jajaran Pemasyarakatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Kamis Berkah yang dilaksanakan secara rutin itu juga merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya program pelayanan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Di tengah tuntutan agar institusi Pemasyarakatan tak hanya bekerja di balik tembok lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bukan sekadar 500 paket makanan yang dibagikan, tetapi juga pesan bahwa pelayanan publik pada akhirnya harus kembali dirasakan langsung oleh masyarakat.












