Jakarta,Topikonline.co.id— Kantor Wilayah (Kanwil) Pemasyarakatan Daerah Khusus (DK) Jakarta menghadirkan inovasi layanan Kunjungan Anak di tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rutan secara serentak pada Sabtu (5/9/2026).
Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertemu orang tua mereka yang sedang menjalani masa pidana, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan dan peningkatan pelayanan Pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Pemasyarakatan DK Jakarta, Wachid Wibowo, mengatakan program tersebut lahir dari kebutuhan anak untuk tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua.
“Anak ini saat ini sedang membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua,” ujar Wachid saat ditemui di kantornya.Selasa 8/9/26
Menurutnya, selama ini jadwal kunjungan pada Senin hingga Kamis bertepatan dengan jam sekolah. Karena itu, pihaknya bersama jajaran UPT menyepakati Sabtu sebagai waktu khusus kunjungan anak.
“Makanya kami memunculkan inovasi baru ini karena mempertimbangkan bahwa anak tidak bisa bertemu dengan keluarganya pada saat jam ataupun hari sekolah. Sehingga kami laksanakan di hari Sabtu,” jelasnya.
Wachid menegaskan, program tersebut bukan sekadar mempertemukan anak dengan orang tua, tetapi juga diharapkan mendukung perkembangan anak serta memotivasi warga binaan dalam menjalani pembinaan.
Untuk menciptakan suasana nyaman, UPT Lapas dan Rutan juga menyiapkan ruang pertemuan serta area bermain yang ramah anak.
“Kita harapkan anak tidak melihat bahwa ini lingkungan Lapas atau Rutan. Tempat bermainnya harus betul-betul bisa dimaksimalkan dan dipergunakan oleh anak-anak,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, layanan khusus ini diperuntukkan bagi anak berusia maksimal 18 tahun yang masih bersekolah dan dapat menunjukkan identitas. Sementara warga binaan tetap mengikuti ketentuan kunjungan yang berlaku, termasuk tidak sedang menjalani hukuman disiplin berupa pencabutan hak kunjungan.
Untuk memberikan pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak, UPT menunjuk petugas khusus. Petugas perempuan diprioritaskan karena dinilai memiliki pendekatan keibuan yang lebih sesuai.
Wachid juga memastikan Kanwil Pemasyarakatan DK Jakarta terus berkomunikasi dengan kementerian dan instansi terkait urusan perempuan dan anak agar pelaksanaan program tetap memperhatikan kepentingan anak.
Untuk sementara, Kunjungan Anak digelar sebulan sekali, setiap Sabtu pada minggu pertama. Pelaksanaannya akan terus dievaluasi dengan tetap memperhatikan pelayanan, keamanan, dan ketertiban.
Wachid berharap inovasi tersebut menjadi langkah nyata agar Pemasyarakatan semakin dekat dengan masyarakat.
“Saya berharap ke depan tentunya Pemasyarakatan ini betul-betul bisa bermanfaat untuk masyarakat. Dari Pemasyarakatan untuk masyarakat tetap jalan,” tutup Wachid.












