Kasad Apresiasi Tim Gabungan TNI-Polri Ungkap Kasus Penembakan Anggota Persit

Semarang – Ketulusan hati seorang pemimpin nampak jelas pada raut muka Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat memberikan apresiasi penghargaan kepada personel gabungan TNI-Polri, di Mapolda Jawa Tengah.

Penghargaan diberikan kepada 74 anggota TNI dan Polri yang dengan cepat hanya dalam waktu berselang 6 hari berhasil mengungkap kasus penembakan terhadap anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LIV Yonarhanud 15 PD IV/Diponegoro Ibu Rina Wulandari.

Bacaan Lainnya

Atas nama TNI Angkatan Darat, Kasad Jenderal Dudung berterima kasih dan merasa bangga karena tidak butuh waktu lama para pelaku dapat diringkus. Hal tersebut menunjukkan sinergitas tim gabungan TNI-Polri terjalin dengan sangat baik dan profesional.

“Saya atas nama pribadi dan TNI AD sangat bangga, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Tim Gabungan atas keberhasilan menangkap pelaku dalam waktu singkat,” ujar Dudung kepada wartawan, didampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Achmad Luthfi, di Mapolda, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/7/2022).

Menurut Dudung, hasil pengungkapan kasus ini sebagai bukti sinergitas TNI – Polri. “Ini membuktikan bahwa sinergitas TNI – Polri adalah nyata sebagai garda terdepan penjaga NKRI,” tegasnya.

Dudung juga sangat prihatin dan mengutuk keras kejadian penembakan yang menimpa istri anggota Yonarhanud 15/DBY tersebut dan meminta aparat berwenang untuk melaksanakan proses hukum secara transparan dan adil. Termasuk memerintahkan tim untuk terus mencari keberadaan Kopda M guna dimintai keterangan.

Usai memberikan keterangan kepada wartawan, Kasad Jenderal Dudung melanjutkan kegiatan di Mapolda dengan menyerahkan penghargaan langsung kepada 74 anggota gabungan.

Diketahui Ibu Rina Wulandari merupakan istri anggota TNI AD yang bertugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara 15/Dahana Bhaladika Yudha (Yonarhanud 15/DBY) yang bermarkas di Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah.

Ia menjadi korban penembakan saat dirinya menjemput anaknya dari sekolah di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah dan sempat dibawa ke RS Hermina Banyumanik, pada Senin (18/7) dan sempat menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang mengenai perut, pada pukul 15.00 WIB atau beberapa jam setelah penembakan.

Usai operasi, kondisinya malah semakin menurun dan selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi, pada Jumat (22/7) Juli sekitar pukul 22.00 WIB. *ferry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.