Serang,Topikonline.co.id – Baru sekitar dua pekan menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten, Lili langsung menunjukkan langkah cepat dan terukur dalam memperkuat koordinasi serta konsolidasi jajaran pemasyarakatan di wilayahnya.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026 bersama seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Banten, Rabu (24/6/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Banten tersebut menjadi forum penting untuk mengukur capaian kinerja sekaligus memetakan berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan selama enam bulan pertama tahun 2026.
Dalam pertemuan itu, seluruh Kepala UPT memaparkan capaian dan inovasi yang telah dilakukan pada bidang keamanan, pembinaan, serta pelayanan kepada warga binaan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Lili memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih oleh jajaran pemasyarakatan di Banten. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat seluruh petugas berpuas diri.
“Evaluasi ini bukan hanya melihat capaian yang sudah diraih, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan keamanan di seluruh UPT Pemasyarakatan Banten,” tegas Lili.

Mantan Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta itu juga menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap program prioritas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama yang berkaitan dengan penguatan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan serta produktivitas yang bernilai ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Lili secara khusus menyoroti sejumlah program unggulan yang dinilai berhasil menjadi contoh pembinaan produktif bagi warga binaan. Salah satunya adalah program Jawara Beton yang dijalankan di Lapas Kelas I Tangerang. Program ini dinilai mampu memberikan keterampilan kerja sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Lili juga mengapresiasi keberhasilan program Budidaya Ayam Petelur di Lapas Terbuka Ciangir yang saat ini mampu menghasilkan lebih dari dua ton telur setiap bulan.
“Program-program seperti ini harus terus dikembangkan karena tidak hanya meningkatkan kemandirian warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan internal pemasyarakatan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh UPT Pemasyarakatan di Banten diinstruksikan untuk memanfaatkan hasil produksi pembinaan tersebut guna mendukung kebutuhan warga binaan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemasyarakatan yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui konsolidasi yang terus diperkuat sejak awal masa kepemimpinannya, Lili menunjukkan komitmen untuk membawa jajaran Pemasyarakatan Banten semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Evaluasi semester ini pun menjadi pijakan penting untuk mempercepat peningkatan kinerja sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai bagian dari sistem pembinaan yang modern dan humanis.












