Jakarta,Topikonline.co.id– Aksi cepat aparat kepolisian kembali diuji. Tak butuh waktu lama setelah video pemalakan terhadap sopir bajaj viral di media sosial, pelaku berinisial DP (27) berhasil dibekuk jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Blok A Pasar Tanah Abang, tepatnya di Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, pada Minggu sore. Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat pelaku memalak seorang sopir bajaj, memicu kemarahan publik.
Meski nilai kerugian yang dialami korban terbilang kecil—sekitar Rp2.000—aksi tersebut dinilai sebagai bentuk premanisme yang meresahkan dan tidak bisa dibiarkan.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang langsung bergerak ke lokasi kejadian. Penelusuran cepat membuahkan hasil. Identitas pelaku berhasil dikantongi, dan tak lama kemudian DP diamankan di rumah kontrakannya tanpa perlawanan.
Pelaku kini telah dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hasil tes urine menunjukkan DP negatif dari penggunaan narkoba, namun proses hukum tetap berlanjut atas dugaan tindak pidana pemerasan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk premanisme di wilayah hukumnya.
“Pelaku sudah kami amankan. Kami pastikan setiap tindakan yang meresahkan masyarakat, sekecil apa pun, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak diam ketika menghadapi aksi serupa. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Masyarakat jangan ragu melapor melalui layanan 110 agar setiap kejadian dapat segera kami tindak lanjuti,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik premanisme, sekecil apa pun bentuknya, tetap menjadi ancaman nyata di ruang publik. Kepolisian pun menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku yang mencoba mencari keuntungan dengan cara-cara intimidatif.












