Berita  

Tokoh Muda Serukan Persatuan Warga Sumsel di Perantauan, Dorong Lahirnya Organisasi Kuat untuk Bangun Kampung Halaman

Jembatan Ampera kota Palembang,,Foto:ist

Jakarta,Topikonline.co.id – Potensi besar yang dimiliki Sumatera Selatan sebagai lumbung energi, lumbung pangan, serta daerah yang kaya akan budaya, kuliner, dan destinasi wisata dinilai belum sepenuhnya didukung oleh sinergi masyarakat Sumatera Selatan yang berada di perantauan. Karena itu, dibutuhkan sebuah wadah yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat asal Sumsel guna berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan tokoh muda asal Sumatera Selatan, Adrian Perdana, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Adrian, Sumatera Selatan yang terdiri dari 17 kabupaten/kota dengan ibu kota Palembang memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Daerah yang identik dengan Jembatan Ampera dan kuliner pempek itu memiliki peluang menjadi salah satu motor penggerak pembangunan nasional apabila seluruh potensi dapat dikolaborasikan.

“Sudah saatnya masyarakat Sumatera Selatan di perantauan bersatu dan ikut mengambil peran dalam membangun kampung halaman. Kolaborasi antara tokoh-tokoh asal Sumsel dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus diperkuat demi kemajuan Sumatera Selatan dan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Adrian.

Ia menilai, selama ini telah banyak organisasi kedaerahan asal Sumatera Selatan. Namun, organisasi-organisasi tersebut diharapkan dapat lebih aktif menjadi rumah bersama bagi warga Sumsel di berbagai daerah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring, hingga membangun kolaborasi di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, maupun investasi.

“Yang dibutuhkan bukan hanya tempat berkumpul, tetapi wadah yang mampu mengembangkan daya dan upaya masyarakat Sumsel di perantauan agar dapat saling mendukung, membuka peluang usaha, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Adrian juga menyoroti banyaknya putra-putri terbaik Sumatera Selatan yang kini menduduki jabatan strategis di tingkat nasional. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua BPK Isma Yatun, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa Yandri Susanto, Muhammad Qodari, Askolani, Cheka Virgowansyah, Dedy Ghazi Elsyaf, hingga sejumlah tokoh senior seperti Hatta Rajasa, Jimly Asshiddiqie, Marzuki Alie, Burhanuddin Amin, Mulya Jaya Said, dan Maulana Yusuf Singadekane.

Selain itu, terdapat pula sejumlah tokoh pengusaha asal Sumatera Selatan seperti Iwan Assaari, Oyong Damiri, Didi Apriadi, serta banyak figur lainnya yang dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat jejaring masyarakat Sumsel.

“Tokoh-tokoh tersebut merupakan aset besar yang semestinya dapat bersinergi dalam mengorganisir masyarakat Sumatera Selatan di perantauan sehingga lahir kolaborasi nyata untuk membangun kampung halaman,” ujarnya.

Adrian menegaskan, generasi muda Sumatera Selatan memiliki tekad untuk menjaga persatuan serta mendukung para putra daerah yang saat ini mengemban amanah di tingkat nasional. Ia pun berharap ke depan muncul sosok pemimpin yang memiliki visi, keberanian, dan kemampuan untuk memimpin organisasi masyarakat Sumatera Selatan secara inklusif.

“Kami ingin hadirnya seorang Ketua Umum yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat Sumsel, merangkul semua kalangan tanpa sekat, serta membawa organisasi menjadi motor penggerak pembangunan dan kejayaan Sumatera Selatan di masa depan,” tegas Adrian.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan kolaborasi menjadi modal utama agar masyarakat Sumatera Selatan di mana pun berada dapat memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi daerah asal maupun bagi bangsa secara keseluruhan. Dengan kekuatan jaringan, sumber daya manusia, dan kepemimpinan yang solid, Sumatera Selatan diyakini mampu tampil sebagai salah satu provinsi yang semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional.