Ribuan Buku Masuk Lapas Cipinang, Literasi Jadi Jalan Baru Warga Binaan Menata Masa Depan

Dari kiri;Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, Sesditjenpas Gun gun Gunawan,Direktur Pelayanan Tahanan dan Anak Ditjenpas,Masjuno, DirjenPas Mashudi,foto:ist

Jakarta,Topikonline.co.id– Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, semangat perubahan terus ditumbuhkan melalui pendidikan dan literasi. Komitmen itu kembali diperkuat dengan penyerahan 1.158 buku dari Fraksi Partai NasDem DPR RI dalam kegiatan Gotong Royong Literasi yang berlangsung di Aula Bina Insan Lapas Cipinang, Kamis (4/6).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Victor Laiskodat, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, serta jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Bantuan ribuan buku tersebut menjadi suntikan energi baru bagi program pembinaan di Lapas Cipinang. Selain memperkaya koleksi bacaan, buku-buku itu juga akan memperkuat eksistensi Komunitas Baca Lembar Nasihat Temukan Rasa (LENTERA), sebuah wadah yang dibangun untuk mendorong warga binaan belajar, berdiskusi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat perubahan.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa literasi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan masa depan warga binaan.

“Bagi kami, buku bukan sekadar bacaan, tetapi jendela perubahan. Melalui literasi, warga binaan mendapatkan ruang untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Wachid.

Menurutnya, pembinaan di Lapas Cipinang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan pengetahuan, nilai kehidupan, dan pembangunan karakter.

“Tembok lapas mungkin membatasi ruang gerak, tetapi tidak boleh membatasi ilmu dan harapan. Melalui Aula Bina Insan dan Komunitas Baca LENTERA, kami ingin menghadirkan ruang tumbuh bagi warga binaan untuk menemukan kembali potensi terbaik dalam dirinya,” tambahnya.

Dukungan terhadap penguatan literasi di lingkungan pemasyarakatan juga mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang lebih efektif dan bermakna.

“Pemasyarakatan hari ini bukan hanya tentang pengamanan, tetapi bagaimana membina dan mempersiapkan warga binaan agar kembali menjadi bagian produktif di masyarakat. Dukungan literasi seperti ini menjadi energi positif dalam proses perubahan tersebut,” kata Mashudi.

Sementara itu, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menegaskan bahwa gerakan literasi merupakan bentuk kepedulian untuk membuka peluang perubahan dan memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Buku membuka wawasan, membangun cara berpikir, dan menghadirkan harapan baru. Semoga buku-buku ini menjadi teman perjalanan bagi warga binaan untuk terus belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Semangat tersebut turut dirasakan para warga binaan. Ketua Komunitas Baca LENTERA berinisial YND mengaku kehadiran tambahan buku menjadi motivasi besar untuk terus mengembangkan budaya membaca di dalam lapas.

“Melalui LENTERA yang baru kami rintis, kami ingin membuktikan bahwa belajar dan memperbaiki diri tidak pernah berhenti. Buku membuat kami melihat dunia lebih luas, mendapatkan inspirasi, dan menjaga harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Penyerahan 1.158 buku ini menjadi simbol bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang menjalani hukuman, tetapi juga tentang membangun masa depan. Dengan dukungan literasi yang semakin kuat, Lapas Cipinang terus mendorong lahirnya warga binaan yang lebih berpengetahuan, berkarakter, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan dapat dimulai dari halaman-halaman buku, bahkan dari balik tembok penjara sekalipun.