Perang Ideologi Pancasila vs Khilafah Makin Nyata Jelang 2024, Habib Syakur: Tindak Tegas Pengasong Khilafah!

Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengingatkan bahwa pertarungan ideologis antara Pancasila dengan kelompok Khilafah semakin nyata dan terbuka menjelang Pemilu 2024.

Habib Syakur mengingatkan genderang perang terbuka antara Pancasila vs Khilafah telah ditabuh dengan adanya pernyataan Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) Ustad Bachtiar Nasir bahwa pada 2024 akan lahir pemimpin baru dan Khilafah
Islamiyah akan berdiri.

“Saya melihat perang ideologis pada Pemilihan 2024 sudah semakin tampak nyata. Antara Pancasila dengan para pengasong Khilafah,” jelas Habib Syakur kepada awak media, Rabu (21/6/2022).

Atas hal tersebut, Habib Syakur mendukung Polri untuk bertindak tegas terhadap siapa pun yang terkait dengan Khilafah. Sebab bila dibicarakan akan semakin besar dan semakin membahayakan bagi bangsa dan negara.

“Pemerintah harus benar-benar menindak tegas pengasong khilafah, jangan biarkan mereka berbicara terbuka. Pengasong kholifah ini adalah monster beragama. Menghabisi seluruh anak bangsa,” tandas Habib Syakur.

Habib Syakur juga menyoroti deklarasi yang lahir dari JATTI dimana Bachtiar Nasir menyatakan Daulah Islamiah berdiri, dan bertepatan dengan 100 tahun Kekaisatan Ottoman.

Padahal, Kekaisaran Ottoman itu sama juga usianya dengan Nahdlatul Ulama (NU) yang justru lebih sakral dibanding Ottaman. Buktinya NU dan Muhammadiyah sampai hari ini eksis serta konsisten menjaga Pancasila dan NKRI.

“NU sampai saat ini eksisi dengan keberkahan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah. Bandingkan dengan Khilafiayah Ottoman yang hanya fantasi belaka,” ungkap Habib Syakur.

Habib Syakur meminta sebelum kelompok Khilafah ini tumbuh dan meluas, maka Pemerintah harus memberangus mereka hingga akar-akarnya.

“Menurut saya presiden harus menetapkan sebagai perang melawan kelompok khilafah.
Selanjutnya Agama Islam harus suci dan murni dengan keutuhannya sebagai Islam yang rahmatan lil alamiin,” tuntas Habib Syakur. [AS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *