Mubes XIII TP Sriwijaya Digelar 27 Juni 2026, Panitia Matangkan Persiapan dan Penjaringan Calon Ketua Umum

Ketua Organizing Committee (OC) Mubes XIII TP Sriwijaya, Yahya Maya Sakti,Foto:Iwan

Jakarta,Topikonline.co.id – Panitia Musyawarah Besar (Mubes) XIII Tenaga Pemnbangunan (TP) Sriwijaya terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan agenda lima tahunan tersebut. Setelah menggelar rapat di Cibulan I, jajaran Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) kembali mengadakan rapat lanjutan di Jalan Salihara No. 15-16, Jakarta Selatan, guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

Ketua Organizing Committee (OC) Mubes XIII TP Sriwijaya, Yahya Maya Sakti, menjelaskan bahwa keterlambatan persiapan bukan disebabkan kevakuman, melainkan pertimbangan waktu yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

“Mubes sebenarnya akan dilakukan pada bulan Februari. Namun, karena waktu yang sangat berdekatan dengan Ramadan dan Lebaran, kami memutuskan untuk melanjutkan pembahasan setelah Idulfitri agar persiapan lebih optimal,” ujar Yahya.Minggu 3/5/26

Menurutnya, saat ini fokus panitia adalah memastikan pelaksanaan Mubes berlangsung lancar, kondusif, dan mampu melahirkan kepemimpinan terbaik bagi TP Sriwijaya.

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC), Fauzan, menegaskan bahwa proses penjaringan calon Ketua Umum dilakukan secara sangat selektif. Hal ini mengingat figur yang dicari harus memiliki kapasitas, integritas, serta jaringan yang kuat.

“Penjaringan tidak bisa dilakukan sembarangan. Figur yang kita cari adalah tokoh yang benar-benar mumpuni, memiliki kapasitas nasional, punya waktu, kemampuan ekonomi, serta bargaining position yang tinggi,” tegas Fauzan.

Ia menambahkan, TP Sriwijaya membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa organisasi kembali ke masa kejayaannya, sekaligus memperkuat peran paguyuban masyarakat Sumatera Bagian Selatan di tingkat nasional.

Yahya juga menekankan pentingnya pendekatan kekeluargaan dalam proses penjaringan. Menurutnya, demokrasi di lingkungan paguyuban memiliki karakter tersendiri, di mana musyawarah dan aklamasi menjadi pilihan utama untuk menjaga soliditas organisasi.

“Yang terpenting adalah silaturahmi, komunikasi, dan mufakat. Kita ingin menghindari friksi yang tidak perlu. Harapan kami, Mubes nanti dapat berlangsung secara aklamasi dan seluruh pihak kembali bersatu setelahnya,” katanya.

Terkait isu pendanaan, Yahya memastikan tidak ada kendala berarti. Ia menegaskan kesiapan panitia dalam mendukung seluruh kebutuhan pelaksanaan Mubes.

“Kalau soal pendanaan, insya Allah tidak ada masalah. Yang sempat menjadi kendala hanya persoalan teknis administrasi, seperti pembukaan rekening baru. Itu sedang kami selesaikan,” jelasnya.

Mubes XIII TP Sriwijaya dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026 di Hotel Red Top, Jakarta, bersamaan dengan agenda Srikandi TP Sriwijaya.

Panitia berharap forum tersebut menjadi momentum kebangkitan TP Sriwijaya, mengulang kejayaan organisasi seperti pada masa kepemimpinan terdahulu.

“Ini saatnya TP Sriwijaya bangkit kembali. Kita ingin estafet kepemimpinan diserahkan kepada figur yang tepat, sehingga organisasi semakin besar, solid, dan memberi manfaat bagi masyarakat Sumatera Bagian Selatan,” pungkas Yahya.

Terakhir dibagikan souvenir untuk peserta rapat berupa koper.