Kemenimipas Buka Seleksi Taruna-Taruni 2026, Siapkan 405 Formasi untuk Generasi Muda dan PNS

Foto:ilustrasi

Jakarta,Topikonline.co.id— Kesempatan bagi generasi muda untuk mengabdi kepada negara melalui jalur pendidikan kedinasan kembali terbuka. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Imigrasi dan Pemasyarakatan (BPSDM Imipas) resmi membuka Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026.

Pendaftaran dilakukan secara daring mulai 18 hingga 30 Agustus 2026. Seleksi ini diperuntukkan bagi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemenimipas untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas).

Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Kemenimipas Tahun 2026, Dadan Gunawan, mengatakan penerimaan tersebut menjadi kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk meniti karier sekaligus mengabdikan diri di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

Dalam pengumuman resmi panitia, penerimaan tahun ini menyediakan 375 formasi untuk peserta umum dan afirmasi, ditambah 30 formasi khusus PNS Kemenimipas. Dengan demikian, total kebutuhan peserta didik mencapai 405 orang.

Ratusan formasi tersebut tersebar dalam enam program studi, yakni D4 Teknik Pemasyarakatan, D4 Manajemen Pemasyarakatan, D4 Bimbingan Kemasyarakatan, D4 Hukum Keimigrasian, D4 Administrasi Keimigrasian, serta D4 Manajemen Teknologi Keimigrasian.

Jangan berharap bisa melenggang hanya bermodal berkas lengkap. Panitia menerapkan proses seleksi berlapis dengan sistem gugur.

Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), serta seleksi lanjutan. Pada tahap lanjutan, peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik, kesamaptaan, psikologi, wawancara, serta keterampilan.

Setiap tahapan menjadi penentu bagi peserta untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Artinya, kegagalan di satu tahapan otomatis menghentikan langkah peserta dalam proses penerimaan.

Yang tak kalah penting, Kemenimipas menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan tanpa dipungut biaya.

“Seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan Penerimaan Calon Taruna Sekolah Kedinasan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun Anggaran 2026 tidak dipungut biaya,” tegas panitia dalam pengumuman resminya.

Di tengah tingginya minat terhadap sekolah kedinasan, panitia juga memasang peringatan keras terhadap praktik percaloan maupun pihak yang menawarkan jalan pintas menuju kelulusan.

Peserta dan keluarga diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang mengklaim memiliki akses atau mampu menjamin kelulusan.

Panitia menegaskan kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan prestasi peserta. Jika ditemukan adanya pemberian sesuatu yang dilarang peraturan perundang-undangan, peserta dapat digugurkan dan pihak terkait diproses sesuai ketentuan hukum.

Pesan tersebut menjadi penting karena seleksi sekolah kedinasan kerap menjadi sasaran pihak-pihak yang memanfaatkan tingginya animo masyarakat dengan modus menawarkan jasa kelulusan.

Tidak ada jalan belakang. Tidak ada jaminan dari siapa pun. Prestasi peserta menjadi penentu utama.

Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti seleksi, pendaftaran dilakukan secara daring pada 18–30 Agustus 2026.

Dokumen Pengumuman Nomor SDM.1-SA.02.04-2 tentang Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Kedinasan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun Anggaran 2026 dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan panitia.

Informasi mengenai persyaratan, tata cara pendaftaran, jadwal tahapan seleksi, hingga perkembangan proses penerimaan dapat dipantau melalui catar.kemenimipas.go.id, serta akun media sosial X @catarimipas dan Instagram @catarimipas.

Dengan dibukanya 405 formasi tersebut, Kemenimipas tidak sekadar mencari peserta didik baru. Lebih dari itu, seleksi ini menjadi pintu awal untuk menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya akan mengemban tugas negara di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

Bagi calon peserta, tantangannya kini sederhana tetapi tegas: siapkan kemampuan, lengkapi persyaratan, ikuti seluruh tahapan, dan jangan tergoda jalan pintas.