Lapas Cibinong Perkuat Ketahanan Pangan, 29 Kambing-Domba Diperiksa Kesehatannya

drh. Jasmine Setiawati Agus Imam dari Medic Veteriner UPTD Puskeswan Wilayah I Kabupaten Bogor,saat melakukan pemeriksaan Hewan ternak di Lapas Cibinong,Rabu (12/8/2026).Foto:ist

Cibinong,Topikonline.co.id — Program ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong tak berhenti pada kegiatan produksi. Kesehatan dan kualitas ternak ikut menjadi perhatian serius agar program pembinaan kemandirian warga binaan berjalan produktif, berkelanjutan, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Komitmen itu terlihat saat sebanyak 29 ekor kambing dan domba yang dikembangkan warga binaan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) menjalani pemeriksaan kesehatan hewan, Rabu (12/8/2026).

Pemeriksaan dilakukan Medic Veteriner UPTD Puskeswan Wilayah I Kabupaten Bogor, drh. Jasmine Setiawati Agus Imam. Kondisi fisik dan kesehatan umum ternak diperiksa untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi baik serta dapat tumbuh secara optimal.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari pengelolaan peternakan di Lapas Cibinong. Sebab, keberhasilan program peternakan tidak hanya ditentukan dari jumlah ternak, tetapi juga dari kualitas pemeliharaan, kesehatan hewan, kebersihan kandang, hingga kecukupan asupan pakan dan nutrisi.

Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Cibinong, Tunggaratu Dewi Wardhani, mengatakan peternakan kambing dan domba dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas rutin warga binaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Kegiatan peternakan ini bukan hanya tentang memelihara hewan, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar, bekerja, dan memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ratu.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian penting untuk memastikan ternak yang dibina tetap sehat dan berkembang dengan baik.

Dalam pemeriksaan tersebut, kondisi ternak diamati secara langsung, mulai dari kesehatan fisik, kondisi umum, hingga aspek pemeliharaan. Pemberian vitamin, asupan makanan, serta kebersihan kandang juga menjadi perhatian untuk mendukung pertumbuhan ternak.

Sementara itu, drh. Jasmine menilai pemeriksaan berkala diperlukan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sedini mungkin.

“Pemeriksaan kesehatan hewan sangat penting dilakukan secara berkala. Dengan pemeriksaan ini, kita dapat mengetahui kondisi ternak sejak dini dan melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan,” ungkap drh. Jasmine.

Dari hasil pemeriksaan, kondisi umum 29 ekor ternak menjadi perhatian utama agar proses pemeliharaan dan pertumbuhannya dapat berlangsung secara optimal.

Bagi Lapas Cibinong, peternakan tersebut memiliki makna lebih luas. Di satu sisi, program ini mendukung agenda ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan dan potensi yang tersedia. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi instrumen pembinaan yang membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan bernilai ekonomi.

Konsep pembinaan semacam ini menjadi penting karena keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari pembinaan selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga dari kesiapan mereka untuk kembali hidup mandiri dan produktif setelah bebas.

Melalui pengelolaan peternakan yang terarah, pendampingan tenaga profesional, serta pembinaan berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Cibinong terus mendorong warga binaan agar memiliki keterampilan, etos kerja, dan kemandirian.

Peternakan kambing dan domba pun bukan sekadar aktivitas di balik tembok Lapas. Dari kandang ternak, keterampilan dibangun, produktivitas diasah, dan bekal untuk kembali ke masyarakat dipersiapkan.