Konten Kreator Indramayu Naik Enam Motor ke DPR Dukung Aspirasi AMPB Sahkan RUU Perampasan Aset

TOPIKONLINE.CO.ID – JAKARTA: Gelombang massa dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Salah satunya Arun Alif (38), kreator konten asal Indramayu, Jawa Barat. Arun datang ke Jakarta bersama rombongan menggunakan enam sepeda motor untuk menyuarakan tuntutan terkait pemberantasan korupsi.

Arun mengatakan, kedatangannya ke Jakarta bertujuan mendukung tuntutan perampasan aset hasil korupsi serta penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Tuntutan tersebut, kata Arun, sejalan dengan aspirasi yang sebelumnya disampaikan Supriyono alias Mas Botok dan Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istiyanto.

“Saya dari Jawa Barat, Indramayu. Tujuan saya sama juga sama Mas Botok, Mas Teguh, yaitu untuk perampasan aset dan hukum mati koruptor,” kata Arun.

Arun mengaku tiba di Jakarta sekitar tengah malam. Namun, setibanya di kawasan Gedung DPR, ia bersama rombongan sempat diminta meninggalkan lokasi dengan alasan keamanan dan ketertiban.

“(Kami) naik motor, enam motor rombongan. Semalam, jam 12 malam. Sampai di sini, diusir. Katanya biar bersih, biar aman,” terangnya.

Menurut Arun, suasana di sekitar lokasi juga sempat dibuat gelap karena lampu dimatikan.

“Lampunya dimatiin, gelap. Jadi ini kayak angker banget gitu,” ujarnya.

Meski sempat diminta meninggalkan lokasi, Arun mengaku mendapat bantuan dari sejumlah warga maupun teman di Jakarta yang menawarkan tempat untuk menginap.

“Banyak teman-teman yang nawarin. Banyak banget. Alhamdulillah teman-teman dari Jakarta ini banyak yang nawarin untuk tinggal,” katanya.

Arun menuturkan, seluruh biaya keberangkatannya dari Indramayu menuju Jakarta berasal dari penghasilannya sebagai kreator konten.

Sebelum berangkat, ia mengaku baru menerima pendapatan dari platform YouTube dan Facebook. Penghasilan tersebut kemudian digunakan untuk membiayai perjalanan bersama rombongannya.

Perjalanan jauh dari Indramayu ke Jakarta, menurut Arun, dilakukan karena dorongan pribadi untuk ikut menyampaikan aspirasi yang diyakininya berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

“Karena terketuk hatinya. Karena ini untuk masyarakat,” ucapnya.

Arun berencana tetap berada di Jakarta hingga aksi berlangsung. Ia bahkan mengaku siap menginap dan bertahan di Ibu Kota sampai tuntutan yang dibawanya dapat diwujudkan.

“Malam ini menginap dan sampai besok. Sampai menang,” ujarnya.

Ia juga menyebut massa lain dari Indramayu berencana menyusul ke Jakarta. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar enam mobil disebut akan berangkat dari Indramayu menuju Jakarta.

Terkait aksi tersebut, Arun berharap tuntutan mengenai pengesahan aturan perampasan aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, hukuman tegas diperlukan agar memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi.

“Harapannya harus disahkan, hukum mati. Itu wajib deh. Biar kapok,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perampasan aset hasil korupsi menjadi salah satu tuntutan utama yang dibawanya dalam aksi tersebut.

Sementara itu, pada Rabu (26/8/2026) malam, sejumlah massa masih terlihat berkumpul di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Arus kendaraan pribadi maupun Transjakarta masih dapat melintas di kawasan tersebut, meski kepadatan lalu lintas mulai terlihat.

Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar Gerbang Utama Gedung DPR yang menjadi salah satu titik berkumpulnya massa.