Jakarta,Topikonline.co.id — Setelah berbulan-bulan bumi seolah menanti turunnya hujan, langit akhirnya kembali menumpahkan air dengan deras. Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, hujan mengguyur deras, membasahi bumi yang sebelumnya dilanda kemarau.
Momen tersebut terasa semakin menarik karena hujan deras turun sehari setelah jajaran Pemasyarakatan bersama Warga Binaan di seluruh Indonesia menggelar Salat Istisqa secara serentak, Jumat (18/9/2026).
Sehari sebelumnya, sejak sekitar pukul 23.00 WIB, hujan memang sempat turun. Namun intensitasnya masih relatif kecil. Berbeda dengan Sabtu sore, ketika hujan turun jauh lebih deras, seakan air ditumpahkan dari langit.
Salat Istisqa dilaksanakan serentak oleh jajaran Pemasyarakatan mulai dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) hingga berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Balai Pemasyarakatan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat mental dan spiritual jajaran Pemasyarakatan di tengah dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Hari ini kami mengarahkan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia untuk melaksanakan Salat Istisqa. Tujuannya sebagai momentum muhasabah kepada Allah Swt. sekaligus penguatan mental dan spiritual dalam menghadapi dampak kekeringan yang terjadi belakangan ini,” ujar Mashudi.
Kini, ketika hujan deras benar-benar turun sehari setelah doa bersama dipanjatkan, muncul pertanyaan yang tentu berada di ranah keyakinan masing-masing: apakah hujan tersebut merupakan jawaban atas doa dalam Salat Istisqa yang digelar serentak jajaran Pemasyarakatan?
Secara ilmiah, turunnya hujan dipengaruhi berbagai faktor meteorologis dan atmosfer. Karena itu, hubungan sebab-akibat antara Salat Istisqa dan hujan tidak dapat dipastikan secara ilmiah.
Namun bagi mereka yang meyakininya sebagai bagian dari kehendak dan kuasa Allah SWT, turunnya hujan setelah ikhtiar dan doa bersama tentu menjadi momentum untuk bersyukur.
Hujan sore itu akhirnya bukan sekadar membasahi tanah yang lama menanti air. Ia juga menjadi pengingat bahwa manusia hanya mampu berikhtiar dan berdoa, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Sang Pencipta.
Wallahu a’lam bishawab.












