Nusakambangan,Topikonline.co.id– Wajah baru Nusakambangan terus dibangun. Tak lagi hanya dikenal sebagai pulau pemasyarakatan dengan sistem pengamanan tinggi, kawasan ini kini berkembang menjadi pusat pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan.
Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas), Gun Gun Gunawan, bersama Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Ceno Hersetiokartiko, yang didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, di Nusakambangan, Kamis (18/6).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung berbagai program pembinaan kerja dan ketahanan pangan yang telah dikembangkan di sejumlah unit pemasyarakatan di Nusakambangan. Mulai dari fasilitas produksi Fly Ash Bottom Ash (FABA), pabrik pupuk, hingga berbagai sektor usaha produktif yang melibatkan warga binaan.
Peninjauan diawali di Lapas Terbuka Nusakambangan dengan melihat proses produksi FABA, pabrik pupuk, serta kegiatan pembinaan kerja. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke unit konveksi Balai Latihan Kerja, kawasan ketahanan pangan di Lapas Kembang Kuning, tambak udang Bantar Panjang dan Pasir Putih, hingga tambak sidat yang dikelola di Lapas Batu.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemasyarakatan untuk membangun keterampilan dan kemandirian warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menegaskan bahwa pengembangan program produktif di Nusakambangan merupakan bentuk nyata transformasi pembinaan yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.
“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan di Nusakambangan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mengembangkan berbagai program produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga membekali keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial,” ujar Mardi.
Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mampu memperoleh keterampilan yang dapat digunakan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Sementara itu, Sesditjenpas Gun Gun Gunawan memberikan apresiasi terhadap upaya dan inovasi yang terus dikembangkan jajaran Pemasyarakatan Jawa Tengah dalam mengoptimalkan program pembinaan dan ketahanan pangan.
Ia menilai berbagai kegiatan produktif yang berjalan di Nusakambangan telah menunjukkan hasil positif dan menjadi contoh implementasi pembinaan yang memberikan dampak nyata.
“Program pembinaan yang dilaksanakan menunjukkan hasil positif. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga mencerminkan semangat Pemasyarakatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Gun Gun.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih produktif, humanis, dan berkelanjutan. Di tengah tuntutan reformasi pemasyarakatan, Nusakambangan kini mulai menunjukkan wajah baru sebagai pusat pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada penciptaan sumber daya manusia yang siap kembali berkontribusi bagi masyarakat.












