Cibinong,Topikonline.co.id — Komitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari narkotika terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong. Sebanyak 102 warga binaan menjalani tes urine secara acak pada Senin (15/6), sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di dalam lapas.
Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Lapas Cibinong tersebut dilakukan oleh tim medis menggunakan metode pemeriksaan cepat (rapid test). Pemilihan peserta dilakukan secara acak guna menjamin objektivitas dan transparansi pelaksanaan tes.
Seluruh proses pemeriksaan berlangsung tertib dengan tetap mengedepankan standar pelayanan kesehatan serta prosedur yang berlaku.
Hasilnya, seluruh warga binaan yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif narkotika.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sistem pengawasan, pencegahan, dan pembinaan yang selama ini diterapkan di Lapas Cibinong berjalan efektif dalam menutup ruang bagi penyalahgunaan barang terlarang.
Kepala Klinik Pratama Lapas Cibinong, drg. Zukhraini Khadija, mengatakan tes urine tidak hanya bertujuan memantau kondisi kesehatan warga binaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memastikan lingkungan lapas terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap warga binaan sekaligus mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kami berharap lingkungan lapas tetap sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan yang optimal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Ricky Robby Rizkiawan, menegaskan bahwa lingkungan yang bebas narkoba merupakan fondasi utama keberhasilan program pembinaan.
Menurutnya, berbagai program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan hanya akan berjalan maksimal apabila didukung situasi yang kondusif dan steril dari pengaruh narkotika.
“Pembinaan akan berjalan lebih efektif apabila didukung oleh lingkungan yang kondusif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, tes urine ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam menjaga kualitas pembinaan dan mendukung perubahan perilaku positif bagi warga binaan,” ungkap Ricky.
Pelaksanaan tes urine secara berkala juga menjadi bagian dari strategi deteksi dini yang diterapkan jajaran Lapas Cibinong untuk mempersempit celah masuknya narkotika ke dalam lingkungan pemasyarakatan.
Di tengah masih maraknya upaya penyelundupan narkoba ke sejumlah lembaga pemasyarakatan, hasil negatif dari 102 warga binaan ini menjadi bukti bahwa kewaspadaan, pengawasan ketat, dan konsistensi pembinaan mampu menciptakan lapas yang aman, tertib, serta kondusif.
Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan akan terus melaksanakan tes urine secara rutin sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan optimal demi terciptanya perubahan perilaku positif bagi setiap warga binaan.












