Palangka Raya,Topikonline.co.id– Peristiwa yang melibatkan narapidana berisiko tinggi di Lapas Kelas IIA Palangka Raya kembali menyita perhatian publik. Brigadir Anton Kurniawan Setianto (AKS), mantan anggota Polri yang menjalani hukuman penjara seumur hidup dalam kasus perampokan disertai penembakan yang menewaskan sopir ekspedisi asal Banjarmasin, ditemukan meninggal dunia di sel khusus, Sabtu (30/5/2026) malam.
Kematian Anton terjadi hanya sepekan setelah upaya pelariannya dari lembaga pemasyarakatan tersebut berhasil digagalkan petugas.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, sebelum ditemukan tidak bernyawa, Anton masih terlihat menjalani aktivitas seperti biasa pada sore hari di bawah pengawasan petugas.
“Yang bersangkutan masih terpantau melakukan aktivitas pada sore hari dan berada dalam pengawasan petugas. Namun pada malam hari sekitar pukul 23.35 WIB ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar sel khusus,” ujarnya.
Pihak lapas bersama aparat terkait kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti kematian narapidana tersebut.
Sebelumnya, Anton menjadi sorotan setelah melakukan percobaan pelarian dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya pada Sabtu (23/5/2026).
Menurut I Putu Murdiana, Anton merupakan warga binaan kategori high risk atau berisiko tinggi. Ia telah menjalani masa pidana sejak 16 Desember 2024 atas kasus pencurian dengan kekerasan yang berujung pada tewasnya seorang sopir ekspedisi.
Insiden bermula saat jam kunjungan yang bertepatan dengan hari libur. Kondisi lapas saat itu cukup ramai sehingga fokus pengawasan petugas terbagi antara warga binaan dan para pembesuk.
“Istri yang bersangkutan datang membesuk dan telah menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Dari hasil penggeledahan awal tidak ditemukan barang mencurigakan. Yang dibawa hanya plastik bening berisi makanan sehingga diizinkan masuk,” kata Putu.
Setelah bertemu di ruang kunjungan, Anton dan istrinya sempat meminta izin menuju area toilet. Berdasarkan hasil penyelidikan internal, istri narapidana tersebut diduga meletakkan sebuah tas berwarna putih di dekat toilet sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas.
Dalam aksi pelariannya, Anton disebut sempat mengancam petugas sipir menggunakan senjata api yang diduga diselundupkan ke dalam lapas. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan sehingga situasi dapat segera dikendalikan tanpa menimbulkan korban tambahan.
Pasca-gagalnya upaya pelarian tersebut, perhatian terhadap kasus Anton semakin meningkat. Pada Minggu (24/5/2026), Anggota Komisi XIII DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bias Layar, diketahui mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Dalam kunjungan tersebut, legislator itu bertemu dengan ibu Anton Kurniawan. Dengan penuh haru, ibu narapidana tersebut meminta bantuan dan perhatian terkait kondisi anaknya yang saat itu tengah menjadi sorotan publik.
Sorotan terhadap Pengamanan Lapas
Rangkaian peristiwa mulai dari dugaan penyelundupan senjata, percobaan pelarian, hingga kematian Anton di sel khusus kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kasus ini juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan dan pengawasan terhadap narapidana kategori risiko tinggi di dalam lembaga pemasyarakatan.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama aparat penegak hukum masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan kronologi lengkap, termasuk penyebab kematian Anton serta kemungkinan adanya pelanggaran prosedur dalam insiden yang terjadi selama sepekan terakhir tersebut.
Perkembangan hasil penyelidikan resmi masih ditunggu guna memberikan kepastian atas peristiwa yang menggemparkan lingkungan pemasyarakatan di Kalimantan Tengah itu.












