Heri Azhari Purnabakti, Ditjenpas Jakarta Lepas Pemimpin Berintegritas yang Tinggalkan Jejak Pengabdian

Heri Azhari di dampingi istri,anak,mantu dan cucu saat memberikan sambutan dan berpamitan kepada jajaran kanwil Ditjenpas DKJ,Foto:ist

Jakarta,Topikonline.co.id – Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai acara pelepasan purnabakti Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta, Heri Azhari, yang digelar di lingkungan Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Acara tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang pengabdian Heri Azhari di dunia pemasyarakatan setelah genap memasuki usia 60 tahun pada 12 Mei 2026. Bagi jajaran pemasyarakatan, momen itu bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan penghormatan atas dedikasi seorang pemimpin yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk membangun sistem pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.

Pelepasan purnabakti dihadiri keluarga besar Heri Azhari, para pejabat struktural, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-DKI Jakarta, pegawai, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama memimpin Kanwil Ditjenpas DK Jakarta.

Dalam sambutannya, Heri Azhari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang selama ini telah mendukung pelaksanaan tugas dan berbagai program kerja di lingkungan pemasyarakatan.

“Keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran. Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari keluarga besar pemasyarakatan yang selalu menunjukkan semangat kebersamaan dan profesionalisme,” ujar Heri Azhari.

Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih selama masa kepemimpinannya tidak terlepas dari kerja sama, loyalitas, dan komitmen seluruh pegawai dalam menjalankan tugas negara.

Dalam pesan perpisahannya, Heri juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai pengabdian, integritas, dan sinergi di tengah tantangan pemasyarakatan yang semakin kompleks.

Menurutnya, keberhasilan reformasi pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh profesionalisme aparatur, tetapi juga oleh kepedulian dan orientasi pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Saya berharap seluruh jajaran tetap menjaga komitmen untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, akuntabel, dan berintegritas sejalan dengan arah reformasi birokrasi yang dijalankan pemerintah,” pesannya.

Rangkaian acara berlangsung penuh emosional. Penayangan video perjalanan karier Heri Azhari selama bertugas di berbagai satuan kerja pemasyarakatan menjadi salah satu momen yang paling menyentuh. Sejumlah pegawai tampak menitikkan air mata saat menyaksikan rekam jejak pengabdian pria yang dikenal tegas namun dekat dengan bawahannya tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol penghargaan atas loyalitas, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan kepada institusi pemasyarakatan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, di tempat terpisah membenarkan bahwa Heri Azhari memasuki masa purnabakti pada Mei 2026.

“Susah mencari figur seperti beliau. Beliau memiliki dedikasi yang sangat tinggi dalam bekerja,” ujar Mashudi.

Heri Azhari bersama istri

Jejak Karier Panjang di Dunia Pemasyarakatan

Heri Azhari, Bc.IP., S.Sos., dikenal sebagai birokrat karier yang hampir seluruh perjalanan pengabdiannya dihabiskan dalam bidang pemasyarakatan. Pengalaman panjang tersebut membentuknya menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan di Indonesia.

Sebelum dipercaya sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta pada Januari 2025, Heri Azhari menjabat sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur pada periode Agustus 2024 hingga Januari 2025.

Sebelumnya, ia juga memimpin Lapas Kelas I Malang sejak Mei 2022 hingga Agustus 2024 dan berhasil mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), sebuah capaian yang menjadi indikator keberhasilan reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.

Sebagai alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan dengan gelar Bc.IP., Heri kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos.). Bekal akademik dan pengalaman lapangan yang panjang menjadikannya sosok pemimpin yang memahami secara utuh tantangan maupun kebutuhan organisasi pemasyarakatan.

Bagi keluarga besar Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, purnabaktinya Heri Azhari menandai berakhirnya satu babak kepemimpinan yang sarat keteladanan. Namun, nilai-nilai integritas, disiplin, dan semangat pengabdian yang ditinggalkannya diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mengemban tugas pelayanan pemasyarakatan kepada masyarakat.