Bekasi,Topikonline.co id— Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi meluncurkan Program Fasilitasi Rumah ASN melalui kawasan perumahan Casa De Prima Cikarang Barat dan Cikarang Pusat di Bekasi, Selasa (19/5/2026). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara melalui penyediaan hunian yang nyaman, layak huni, dan terjangkau.

Peluncuran program tersebut sekaligus menjadi implementasi Program Aksi Kemenimipas poin ke-14 tentang fasilitasi rumah ASN, serta bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pembangunan tiga juta rumah rakyat di Indonesia.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa penyediaan hunian bagi ASN bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pelayanan publik.
“Hari ini kita melaksanakan launching fasilitas Rumah ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Casa De Prima Cikarang Barat dan Cikarang Pusat. Ini merupakan implementasi dari Program Aksi Kemenimipas dalam mendukung program strategis pemerintah terkait perumahan rakyat,” ujar Agus.
Menurutnya, rumah yang layak menjadi fondasi penting bagi ASN untuk bekerja lebih fokus, profesional, dan optimal dalam melayani masyarakat.
“Penyediaan rumah yang nyaman, layak huni, dan terjangkau merupakan fondasi awal para ASN kita untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dengan prima,” tegasnya.
Program Fasilitasi Rumah ASN ini terlaksana melalui kolaborasi antara Kemenimipas, Bank BRI, PLN, serta pihak pengembang perumahan. Lewat skema tersebut, ASN mendapatkan kemudahan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga tetap sebesar 7,5 persen per tahun dan tenor hingga 25 tahun.
Casa De Prima dibangun di dua lokasi strategis di Kabupaten Bekasi. Untuk kawasan Cikarang Barat, proyek berdiri di atas lahan seluas sekitar 7.700 meter persegi dengan total 60 unit rumah dan sembilan unit rumah toko (ruko). Dari jumlah tersebut, 34 unit rumah telah selesai dibangun, sementara 26 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Adapun sembilan unit ruko kini memasuki tahap finishing.
Sementara itu, Casa De Prima Cikarang Pusat akan dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 9.000 meter persegi dengan total 78 unit rumah yang terdiri dari tiga tipe bangunan. Saat ini proyek masih berada dalam tahap pematangan lahan, pembangunan jembatan, serta pengurusan perizinan. Pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pada awal Juli 2026.

Agus juga mengingatkan seluruh jajaran ASN Kemenimipas agar memanfaatkan program tersebut secara maksimal sebagai peluang meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus mendukung semangat pengabdian kepada negara.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Mohon kepada rekan-rekan bisa memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga arah kebijakan pemerintah dapat kita implementasikan bersama dengan dukungan semua pihak,” katanya.
Peluncuran Casa De Prima dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai serius membangun kesejahteraan aparatur dari sektor paling mendasar, yakni kepastian hunian. Di tengah tingginya harga properti dan tekanan ekonomi perkotaan, program ini menjadi angin segar bagi ASN yang selama ini kesulitan memiliki rumah sendiri.
Kemenimipas berharap program tersebut tidak berhenti di Bekasi, melainkan dapat diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Dengan meningkatnya kesejahteraan pegawai, pemerintah optimistis kualitas pelayanan publik di sektor imigrasi dan pemasyarakatan juga akan semakin profesional, humanis, dan prima.












