Jakarta,Topikonline.co.id– Upaya memutus stigma terhadap mantan narapidana terus diperkuat. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat resmi menjalin kerja sama dengan JAIL Foundation untuk memberikan pelatihan keterampilan hingga penyaluran kerja bagi Klien Pemasyarakatan, sebagai langkah nyata mendukung reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Pelaksana Tugas Kepala Bapas Kelas I Jakarta Pusat, Ade Kusmanto, dan Ketua JAIL Foundation, Toto “Soklay”, di Aula Lantai 2 Bapas Jakarta Pusat, Rabu (17/6).
Melalui kolaborasi ini, Klien Pemasyarakatan akan mendapatkan pelatihan keterampilan di bidang industri kopi melalui program yang dikembangkan bersama Join Coffee. Program tidak hanya berfokus pada pelatihan barista, tetapi juga mencakup pendampingan, penguatan kompetensi kerja, hingga akses penempatan kerja setelah peserta dinyatakan siap memasuki dunia usaha.
Dalam pelaksanaannya, Bapas Jakarta Pusat bertugas melakukan identifikasi dan seleksi peserta yang berpotensi mengikuti program. Sementara itu, JAIL Foundation menyediakan dukungan pendanaan, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan program agar berjalan secara berkelanjutan.
Plt Kepala Bapas Jakarta Pusat, Ade Kusmanto, menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak berakhir saat seseorang bebas dari masa pidana. Menurutnya, tantangan terbesar justru muncul ketika mantan narapidana harus kembali beradaptasi dengan kehidupan sosial dan menghadapi berbagai stigma yang masih melekat di masyarakat.
“Pemasyarakatan tidak berhenti ketika seseorang selesai menjalani pidananya. Tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika mereka kembali ke masyarakat dan berupaya membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan Klien Pemasyarakatan memiliki kesempatan untuk memperoleh keterampilan, pekerjaan, dan kepercayaan diri sehingga mereka dapat membuktikan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua,” ujar Ade.
Program ini dinilai menjadi salah satu solusi konkret untuk menjawab persoalan tingginya hambatan akses kerja yang kerap dialami mantan narapidana. Keterampilan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja sekaligus mengurangi risiko pengulangan tindak pidana.
Ketua JAIL Foundation, Toto “Soklay”, mengatakan keberhasilan reintegrasi sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, dukungan dunia usaha dan masyarakat menjadi faktor penting agar mantan narapidana dapat kembali diterima dan berkontribusi secara positif.
“Stigma sering kali menjadi tembok terbesar yang harus dihadapi mantan narapidana. Padahal, banyak dari mereka yang memiliki semangat untuk berubah dan berkontribusi positif. Kami percaya ketika diberikan kesempatan, pelatihan, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu menunjukkan potensi terbaiknya dan menjadi bagian produktif dari masyarakat,” kata Toto.
Kolaborasi antara Bapas Jakarta Pusat dan JAIL Foundation ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Tidak hanya membekali Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan praktis, program ini juga membuka peluang kerja yang lebih luas sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan bermartabat.
Sejalan dengan semangat Sistem Pemasyarakatan, kerja sama tersebut menegaskan bahwa pembinaan bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan memastikan setiap individu yang telah menyelesaikan proses hukum memperoleh kesempatan untuk bangkit, berkarya, dan kembali menjadi bagian produktif dalam masyarakat.












