Berita  

Imigrasi Perkuat Layanan Event Internasional, Bidik Lonjakan Ekonomi Kreatif dan Olahraga

Direktur jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memberikan keterangan pers sehabis pembukaan forum sosialisasi layanan keimigrasian di dampingi Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Eko Budianto, Direktur Izin Tinggal Keimigrasian Is Edy Eko Putranto, Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi Suhendra, serta Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman.foto:Istimewa

Jakarta,Topikonline.co id– Direktorat Jenderal Imigrasi bergerak cepat menangkap peluang besar dari maraknya konser, festival seni budaya, hingga kejuaraan olahraga internasional di Indonesia. Melalui sosialisasi layanan keimigrasian bertajuk “Harmoni Seni dan Olahraga Gerakan Ekonomi Nusantara”, Ditjen Imigrasi menegaskan komitmennya untuk menjadi motor pendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta, pada 29 April hingga 1 Mei 2026 itu dihadiri 41 instansi, mulai dari kementerian dan lembaga, pelaku industri olahraga, event organizer, hingga media penyiaran nasional.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang sangat besar dalam industri hiburan dan olahraga kelas dunia. Setiap event internasional tak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi secara masif.

Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga lapangan kerja lokal dipastikan ikut merasakan dampaknya.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik bagi talenta internasional yang datang ke Tanah Air, tanpa mengendurkan aspek pengawasan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap penampil atau atlet yang datang ke Indonesia merasa disambut dengan layanan yang mudah dan nyaman, tentunya tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan keamanan negara,” ujar Hendarsam, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan event internasional sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah dan penyelenggara. Regulasi keimigrasian, kata dia, harus menjadi fasilitator, bukan penghambat.

“Harapan kami, tercipta harmoni antara pemerintah dan penyelenggara yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di sektor kreatif dan olahraga kita,” tegasnya.

Dalam forum strategis tersebut, Ditjen Imigrasi menghadirkan sejumlah pejabat teknis sebagai narasumber, di antaranya Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Eko Budianto, Direktur Izin Tinggal Keimigrasian Is Edy Eko Putranto, Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi Suhendra, serta Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman.

Berbagai isu krusial dibedah secara mendalam, mulai dari optimalisasi klasifikasi visa untuk kegiatan olahraga dan seni budaya, prosedur bagi atlet asing yang dikontrak klub profesional, standardisasi pemeriksaan delegasi internasional di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), hingga langkah preventif untuk memastikan aktivitas warga negara asing sesuai dengan peruntukan visa.

Kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi penyelenggara event berskala global.

Hendarsam menegaskan, kesuksesan event internasional bukan sekadar soal kemeriahan panggung atau prestasi di arena. Lebih dari itu, hal tersebut menjadi indikator kesiapan Indonesia sebagai negara modern yang terbuka dan kompetitif.

“Kesuksesan penyelenggaraan event internasional di Indonesia adalah cerminan dari kesiapan kita sebagai negara yang maju, terbuka, dan mampu berdaya saing di mata dunia,” pungkasnya.

Dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, Ditjen Imigrasi bertekad memastikan setiap kegiatan internasional di Indonesia berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat ekonomi seluas-luasnya.

Pelayanan yang cepat, mudah, dan terkoordinasi menjadi kunci untuk menempatkan Indonesia sebagai destinasi unggulan penyelenggaraan event internasional di kawasan, bahkan dunia.