Ekbis  

Boyolali Jadi Titik Krusial Mudik Lebaran 2026, Polisi Siapkan Derek Gratis hingga BBM Mobile di Tol Semarang–Solo

Boyolali,Topikonline.co.id– Kabupaten Boyolali diprediksi menjadi salah satu titik krusial pada arus mudik Lebaran 2026. Perhatian tertuju pada ruas Tol Semarang–Solo yang menjadi penghubung jalur utama Trans Jawa dengan akses menuju Tol Solo–Yogyakarta–YIA.

Mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah menyiapkan berbagai langkah pengamanan serta layanan darurat bagi pengguna jalan. Berbagai fasilitas disiagakan, mulai dari alat berat, layanan derek gratis, tambal ban gratis, hingga pengantaran bahan bakar (BBM) mobile di jalur tol.

KBO Satlantas Polres Boyolali, Budi Purnomo, menegaskan kesiapan peralatan dan personel menjadi kunci utama percepatan penanganan jika terjadi gangguan lalu lintas selama arus mudik.

“Mitigasi utama kami adalah kesiapan alat. Dengan peralatan yang siap, penanganan di lapangan bisa lebih cepat sehingga kendala di jalur tol dapat diminimalisir,” ujar Budi saat meninjau kesiapan di kawasan rest area, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, kepolisian berupaya memastikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 jalur tol maupun jalan arteri tetap lancar tanpa kemacetan panjang.

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus berada di ruas kilometer 482 hingga kilometer 490. Ruas tersebut dikenal sebagai “titik lelah” bagi pengemudi jarak jauh karena kondisi fisik pengendara kerap menurun setelah menempuh perjalanan panjang.

Selain itu, potensi perlambatan kendaraan juga diperkirakan terjadi di sekitar KM 484 akibat penyempitan jalur yang berada dekat dengan rest area.

“Kami sudah menyiapkan pemasangan rambu peringatan dari jarak dua hingga tiga kilometer sebelumnya agar pengendara bisa mengantisipasi perlambatan kendaraan,” jelasnya.

Untuk arus balik Lebaran, kepadatan diperkirakan terjadi di sekitar KM 492. Di titik tersebut rencananya akan dilakukan pembukaan median jalan guna mengurai arus kendaraan dari arah Solo maupun Yogyakarta.

Dukungan terhadap kelancaran mudik juga datang dari Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali. Sejumlah perbaikan infrastruktur dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan.

Kepala Dinas Perhubungan Boyolali, Insan Adi Asmono, mengatakan pihaknya telah menambah penerangan jalan umum serta rambu penunjuk arah di jalur nasional, khususnya ruas Boyolali–Suruwen yang sebelumnya minim pencahayaan.

“Kami juga menyiagakan tim ATCS dan Dalops selama 24 jam untuk memantau arus lalu lintas melalui kamera pengawas,” kata Insan.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan barrier atau pembatas jalan yang akan digunakan dalam rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar pintu masuk tol.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menambahkan pihaknya menghadirkan sejumlah inovasi layanan bagi pemudik guna mengantisipasi kendala kendaraan di tengah perjalanan.

“Kami menghadirkan layanan derek gratis, tambal ban gratis, hingga delivery BBM mobile di dalam tol. Layanan ini dipusatkan di Pos Pelayanan Rest Area 487-A dan 487-B,” ujarnya.

Menurut Indra, layanan tersebut disiapkan untuk membantu pemudik yang mengalami kendala teknis seperti kehabisan bahan bakar atau ban bocor saat volume kendaraan sedang tinggi.

“Inovasi ini kami hadirkan agar pemudik bisa sampai ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Kami tidak ingin kendala teknis menghambat kebahagiaan mereka bertemu keluarga,” katanya.

Seiring bertambahnya operasional ruas Tol Solo–Jogja yang kini melintasi wilayah Boyolali sepanjang sekitar enam kilometer, para pengendara juga diimbau untuk tidak memaksakan diri berkendara saat lelah dan memanfaatkan fasilitas rest area yang tersedia di sepanjang jalur tol.