SURABAYA – Tiga kabupaten bertambah menjadi zona merah Covid-19 di Provinsi Jawa Timur yaitu, Kabupaten Pamekasan, Banyuwangi dan Kabupaten Jombang. Zona merah wilayah Jawa Timur menjadi 18 kabupaten/kota.
“Kita harus waspada berlipat terutama di Kota Surabaya yang kalau saya sebut sudah sangat merah, karena dari 18 kabupaten kota yang sudah masuk zona merah, Surabaya yang paling banyak dari seluruh kabupaten/kota di Jatim,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada wartawan, Senin (30/3/2020).
Berdasarkan data, daerah yang zona merah mencakup, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Situbondo, Lumajang, Banyuwang, Jember, Pamekasan, Gresik, Jombang, Kota Surabaya, Batu, Blitar dan Kota Malang.
Selain meningkatkan kewaspadaan, lanjut Khofifah, agar menetapkan kawasan physical distancing dan menanamkan pemahaman ke masyarakat untuk bersabar dan tinggal di rumah.
Khofifah juga meminta daerah-daerah yang sudah zona merah untuk menyiapkan ruang isolasi dan ruang observasi di masing-masing kabupaten. Hal ini dilakukan agar ruang-ruang perawatan juga bisa tersedia di daerah tanpa harus semua di bawa ke Surabaya dan pelayanan bisa lebih cepat.
Terkait banyaknya zona merah di Jatim, apakah butuh ada karantina wilayah, ditegaskan Khofifah bahwa pihaknya tidak menggunakan terminologi karantina, melainkan menggunakan terminologi observasi.
”Terkait karantina, kami menggunakan terminologi observasi dan observasi itu digunakan untuk yang masuk status ODP dan juga ODR yang bisa melakukan isolasi secara mandiri,” tegasnya.
Dikatakannya, pemerintah daerah bisa memanfaatkan ruang-ruang yang ada untuk melakukan tempat observasi. Sebagaimana disiapkan Pemprov Jatim yang menyulap BPSDM Surabaya dan Malang untuk tempat observasi dan juga di Wisma Atlet Malang.
”Tempat seperti ini bisa digunakan agar bagaimana selama 14 hari mereka tercukupi gizinya dan termonitor tim medis,” katanya.
Tempat observasi ini, adalah untuk tempat isolasi masyarakat selama masa inkubasi Covid19 dengan ada pemantauan tenaga kesehatan dan perhatian pada kondisi kesehatan dan gizi masyarakat tersebut.
Sebab, sangat mungkin jika masyarakat mengutuhkan ruang observasi lantaran tidak memiliki kamar tersendiri untuk melakukan isolasi secara mandiri.
Sedangkan untuk memotong penyebaran, dikatakan Khofifah, saat ini banyak daerah di Jatim yang sudah melakukan penutupan jalan sebagai area tertib physical distancing.
“Dan ini tadi yang saya minta daerah juga siapkan ruang observasi daerah masing-masing karena mereka punya tanggung jawab yang sama untuk melawan Covid-19,” pungkasnya.
Hingga hari Minggu (29/3/2020) sore, perkembangan penyebaran covid-19 di Jatim diketahui terdapat 9O orang dinyatakan positif Covid-19, 336 orang dengan status PDP dan 5.071 orang berstatus ODP. Selain itu 13 orang dari total kasus positif dinyatakan sembuh dengan 7 orang meninggal dunia. @budi












