Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur Gelar Battle Budaya Kabaret Komedi, Punokawan Betawi

Jakarta, topikonline.co.id – Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke merupakan negara kepulauan yang mencakup lebih dari 17.000 pulau dengan sekitar 195 suku bangsa. Keberagaman inilah yang coba untuk padupadankan oleh Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur dalam satu panggung dalam rangka memberikan apresiasi kepada pelaku seni selain untuk melestarikan dan mengembangkan budaya tersebut.

Bertempat di Pusat Pelatihan Seni Budaya Gedung Kisam bin Jiun Kelurahan Pondok Kelapa, Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar kegiatan Battle Budaya Kabaret Komedi, Punokawan Betawi dengan lakon “Keris Penebar Petaka” Sabtu (26/03/2022).

Kolaborasi antara budaya Betawi dan Jawa dalam satu panggung Lenong dan Ketoprak yang di iringi alunan Gambang Kromong dan Campur Sari serta tarian dari dua budaya tersebut.

Plt.Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur, Fadjar Haridjaja mengatakan, kegiatan kesenian ini ditampilkan dengan membawa pesan bagi masyarakat khususnya kaum milenial dalam perkembangan isu yang sedang viral di masyarakat yaitu menjadi cepat kaya tanpa harus bekerja keras.
“Sendratari ini merupakan paradoksal dari tema `Keris Penebar Petaka` yang akan diperebutkan untuk diperjualbelikan dengan hasil untuk bergabung dalam investasi ilegal, yang pada akhirnya Punokawan ini memberikan solusi penyadaran kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh iming-iming yang tidak jelas seperti yang terjadi belakangan ini. Kemudian para Punokawan juga memberikan hiburan dalam bentuk tontonan,” kata Hari.

Lebih lanjut dikatakan Hari, melalui kegiatan ini diharapkan menjadi upaya mengembangkan seni budaya dan meningkatkan kreativitas serta kepedulian generasi muda dengan mengenalkan potensi seni budaya maupun karya kreasi seni pada masyarakat luas sekaligus bentuk apresiasi terhadap pelaku seni yang tampil.
“Marilah kita bersama menjaga warisan para leluhur untuk dapat dilestarikan sekaligus mengembangkannya dengan baik,” pungkasnya. [Adang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.