Film Agensi Rumah Tangga Soroti Perjuangan Perempuan dan Pentingnya Menghargai ART

Para pemain film ‘Agensi Rumah Tangga’ berfoto bersama usai Press Screening & Press Conference di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: Istimewa
Para pemain film ‘Agensi Rumah Tangga’ berfoto bersama usai Press Screening & Press Conference di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: Istimewa

TOPIKONLINE.CO.ID – Jakarta: Film Agensi Rumah Tangga tidak hanya menawarkan komedi, tetapi juga mengangkat perjuangan perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menyoroti pentingnya menghargai pekerja rumah tangga (ART) sebagai pekerja.

Film produksi Starvision bersama Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros tersebut disutradarai Naya Anindita, dengan naskah yang ditulis Upi dan Ayu Anggraini Putri. Film ini diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Almira Bastari.

Cerita berpusat pada Katia, diperankan Enzy Storia, yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum akhirnya membangun bisnis agensi penyaluran pekerja rumah tangga.

Sutradara Naya Anindita mengatakan film tersebut memperlihatkan beragam karakter perempuan yang menjalani berbagai pekerjaan dan peran demi mempertahankan kehidupan keluarganya.

“Saya merasa film ini juga cukup penting karena film ini juga memperlihatkan peran-peran wanita di dalam setiap aspek kehidupan,” kata Naya seusai pemutaran perdana film di Epiwalk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Naya, karakter perempuan dalam Agensi Rumah Tangga memiliki latar belakang dan cara masing-masing dalam memperjuangkan keluarganya. Ada yang berkarier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) demi anak, bekerja sebagai ART, hingga mengambil pekerjaan yang selama ini identik dengan laki-laki untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ada yang berkarier PNS untuk anaknya, ada yang jadi asisten rumah tangga untuk anaknya, ada yang melakukan kerjaan yang harusnya dikerjakan oleh laki-laki demi untuk menghidupi keluarga,” ujarnya.

Peran Perempuan yang Jadi Penopang Ekonomi

Beragam kisah tersebut menunjukkan bahwa peran perempuan dalam keluarga tidak selalu terbatas pada urusan domestik. Dalam kondisi tertentu, perempuan juga menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus menjalankan berbagai tanggung jawab lainnya.

Di sisi lain, film ini turut membawa isu mengenai perlakuan yang layak terhadap pekerja rumah tangga. Naya menilai ART kerap dipandang sebagai bagian dari fasilitas rumah tangga, padahal mereka merupakan pekerja yang memiliki hak untuk dihargai dan diperlakukan secara layak.

“Aku melihat ART itu terkadang dianggap seperti sebuah fasilitas dalam rumah tangga. Padahal mereka ini juga pekerja, staf, sama seperti kita yang juga pekerja,” kata Naya.

Oleh karenanya, ia berharap Agensi Rumah Tangga dapat memantik diskusi mengenai pentingnya memperlakukan pekerja domestik secara setara. Meski mengangkat isu yang serius, pesan tersebut dikemas melalui cerita ringan, komedi, dan drama keluarga.

Film ini juga menghadirkan tujuh komika perempuan dalam satu judul. Mereka menjadi bagian dari karakter para ART yang menghadirkan berbagai situasi penuh kekacauan dan humor.

Kombinasi Komedi dan Drama

Produser Chand Parwez Servia mengatakan kombinasi komedi dan drama tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang menghibur sekaligus menyentuh.

“Ini pertama kalinya ada tujuh komika perempuan bermain dalam satu judul film. Agensi Rumah Tangga akan membuat penonton menikmatinya dengan cerita yang seru, komedi yang kocak, dan drama yang menyentuh,” jelas Chand Parwez.

Enzy Storia yang memerankan Katia berharap film tersebut dapat membuat penonton lebih menghargai pekerjaan para ART yang selama ini membantu berbagai kebutuhan rumah tangga.

“Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita,” ucap Enzy.

Sementara itu, Afgansyah Reza yang turut membintangi film tersebut mengaku mendapat pengalaman baru melalui perannya sebagai Kafka. Film ini sekaligus menjadi salah satu penanda perjalanan karier bermusiknya yang memasuki tahun ke-18.

“Di tahun ini, Naya memberikan kesempatan saya untuk mengeksplorasi tantangan baru lewat peran Kafka di film ini, bergabung bersama para pemeran yang luar biasa, dan ceritanya yang hangat, komedinya juga sangat menghibur,” tutur Afgan.

Selain Enzy Storia dan Afgansyah Reza, film ini dibintangi Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Ummi Quary, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Dea Panendra, Musdalifah Basri, Astrid Juwita, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, Mega Salsabila, Nazira C. Noer, serta sejumlah pemain lainnya.

Naya mengatakan dirinya turut terlibat dalam proses pemilihan pemain. Sejak awal produksi, ia dan para pemain berupaya membangun suasana positif agar energi tersebut dapat dirasakan penonton.

“Di awal kita syuting, kami sudah ngeset bahwa wah kita harus senang-senang, kita harus enjoy, dan bagaimana kesenangan kita dan kebahagiaan kita ketika kita berkarya itu bisa sampai ke penonton juga,” tutup Naya.

Perlu diketahui, Film Agensi Rumah Tangga dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026.