Film ‘Kado untuk Ibu’ Sajikan Drama Hangat dengan Pesan Keluarga yang Menyentuh

Poster film ‘Kado untuk Ibu’ saat acara Press Screening dan Press Coference di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026). Foto: Noval Nurhadi/TOPIKONLINE.CO.ID
Poster film ‘Kado untuk Ibu’ saat acara Press Screening dan Press Coference di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026). Foto: Noval Nurhadi/TOPIKONLINE.CO.ID

TOPIKONLINE.CO.ID – Jakarta: Film ‘Kado untuk Ibu’ menghadirkan kisah keluarga yang sarat makna tentang kasih sayang melalui perjalanan sederhana seorang anak. Dikemas dengan perpaduan drama, kehangatan, dan humor, film ini ditujukan untuk dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.

Produser Chand Parwez Servia menjelaskan, cerita berpusat pada Ara (Luisa Adreena) yang berusaha memberikan hadiah ulang tahun kepada ibunya. Perjalanan yang berlangsung dalam satu hari itu mempertemukan Ara dengan “keluarga” baru sekaligus menghadirkan berbagai pengalaman yang mengajarkan arti kasih sayang dan pengorbanan.

“Perjalanan Ara untuk memberikan kado untuk ibunya itu mempertemukan Ara dengan keluarga barunya. Di sana kita juga melihat bahwa semua sedang berjuang untuk keluarganya, untuk memberikan mereka kasih sayang dan perhatian,” ujar Chand Parwez dalam Press Screening dan Press Conference Kado untuk Ibu di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Chand, film tersebut juga mengangkat nilai-nilai kekeluargaan yang semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Melalui sudut pandang anak-anak, penonton diajak melihat kembali makna perhatian, kepedulian, dan kasih sayang dalam keluarga.

Ia juga menilai anak-anak kerap memiliki cara berpikir yang justru dapat menjadi cermin bagi orang dewasa. Karena itu, karakter anak dalam film ini dibangun untuk menghadirkan perspektif yang polos, jujur, sekaligus menyentuh.

“Mereka mempunyai pola pikir yang begitu dewasa yang membuat kita yang dewasa justru bisa bercermin dari mereka. Kado untuk Ibu bukan film anak-anak, tetapi film keluarga yang sangat penting untuk kita nikmati bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara itu, penulis naskah M. Ali Ghifari mengungkapkan bahwa ide cerita berawal dari pengalaman pribadinya saat menerima hadiah dari sang anak. Momen sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi kisah yang menempatkan hubungan ibu dan anak sebagai inti cerita.

“Jadi waktu ide ini pertama diobrolin, saya dapat kado dari anak saya. Dari situ saya terpikir, bagaimana kalau ibu yang memberi kita kehidupan justru mendapat kado dari anaknya,” tutur Ali.

Pada kesempatan yang sama, sutradara M. Amrul Ummami mengatakan pengembangan cerita juga diperkuat melalui pemilihan para pemeran yang dinilai mampu menghidupkan setiap karakter dengan baik. Menurutnya, para aktor cilik berhasil menghadirkan emosi yang natural sehingga membuat cerita terasa lebih dekat dengan penonton.

“Kita mengembangkan lewat cast yang luar biasa, sehingga mereka semua mampu menghidupkan masing-masing karakter. Di situ baru saya tahu bahwa anak-anak yang di depan ini adalah aktor profesional juga,” kata Amrul.

Melalui film Kado untuk Ibu, Amrul berharap film tersebut dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kedekatan dan kehangatan dalam keluarga. Film produksi Starvision & FMM Studio itu dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai 6 Agustus 2026.