Gunungsindur,Topikonline.co.id— Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur memperketat pengawasan. Razia gabungan bersama aparat penegak hukum (APH) digelar Selasa (22/9) malam untuk membongkar potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan lingkungan lapas bersih dari narkoba dan barang terlarang.
Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dengan apel gabungan yang melibatkan jajaran Lapas Khusus dan Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur. Operasi diperkuat 40 personel Polres Bogor, 20 personel BNN Kabupaten Bogor, 10 personel Kodim 0621 Kabupaten Bogor, serta 20 personel Brimob Polda Jawa Barat BKO Gunung Sindur.
Personel kemudian dipecah menjadi dua tim dan bergerak serentak menyisir Lapas Khusus dan Lapas Narkotika. Di Lapas Khusus Gunung Sindur, penggeledahan kamar hunian dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Pengawasan tak berhenti pada kamar hunian. Tes urine juga dilakukan terhadap pegawai dan warga binaan.
Total 121 orang menjalani pemeriksaan, terdiri dari 35 pegawai dan 86 warga binaan. Pemeriksaan dilakukan tenaga kesehatan lapas bersama BNN Kabupaten Bogor dan disaksikan unsur APH yang terlibat.

Hasilnya, seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif. Penggeledahan juga tidak menemukan narkoba.
Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Wahyu Indarto, hadir dan memimpin langsung kegiatan tersebut.
Razia gabungan ini menjadi bagian dari penguatan deteksi dini sekaligus pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban. Sinergi dengan Polri, BNN, TNI dan Brimob juga diarahkan untuk mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta memperkuat komitmen pemberantasan Halinar di lingkungan pemasyarakatan.

Bagi Lapas Gunung Sindur, pengawasan bukan sekadar operasi sesaat. Razia dan pemeriksaan berkala menjadi instrumen untuk memastikan setiap celah kerawanan dapat diidentifikasi dan ditutup sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
“Deteksi dini bukan sekadar menemukan kerawanan, tetapi memastikan setiap potensi gangguan dapat dicegah sebelum terjadi.”












