Semarang,Topikonline.co.id — Tak perlu menunggu hari kerja atau datang langsung ke kantor imigrasi. Masyarakat Kota Semarang kini bisa mengurus layanan paspor sambil menikmati suasana Car Free Day (CFD).
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang secara rutin menghadirkan Si Semar Paling Paten—Imigrasi Semarang Paspor Keliling Pelayanan Kota dan Kabupaten—di tengah aktivitas masyarakat. Layanan ini digelar sekitar dua pekan sekali dan mendapat sambutan antusias warga.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, mengatakan kehadiran Si Semar merupakan upaya mendekatkan pelayanan ke masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan warga yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke kantor imigrasi.
“Kita dua minggu sekali ikut Car Free Day. Masyarakat yang sedang ikut CFD sangat antusias mengikuti pembuatan paspor,” ujar Ari saat ditemui di kantornya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Ari, operasional layanan keliling tersebut didukung sekitar 10 personel. Sebagian petugas berada di dalam armada Si Semar, sementara lainnya memberikan dukungan menggunakan kendaraan berbeda.

Di dalam bus Si Semar Paling Paten, dua petugas disiagakan untuk melayani masyarakat, mulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen hingga proses wawancara dan pengambilan foto.
“Di dalam bus ada dua petugas yang standby. Bisa interview, menerima data pemohon yang lengkap seperti KTP, KK, akta kelahiran, ijazah terakhir, dilanjutkan foto. Buku paspornya tetap diambil ke kantor kita,” jelas Ari.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pembuatan paspor baru maupun perpanjangan paspor. Namun, proses pencetakan paspor tetap dilakukan di kantor Imigrasi Semarang.
“Di Si Semar bisa melakukan pembuatan baru sama perpanjangan. Karena proses cetaknya pun harus di kantor, jadi kita cuma foto di sini, nanti kita bawa ke kantor untuk diproses,” katanya.
Sementara bagi masyarakat yang kehilangan paspor, pelayanan tidak dapat dilakukan melalui Si Semar. Pemohon harus datang langsung ke kantor imigrasi untuk menjalani proses sesuai ketentuan.
Jangkauan Si Semar Paling Paten tidak berhenti di kawasan CFD Simpang Lima. Armada pelayanan keliling ini juga hadir dalam berbagai agenda pemerintahan maupun kegiatan masyarakat di wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang.
Ari mengatakan, Si Semar kerap dikerahkan dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun daerah, kegiatan pemerintah kota maupun kabupaten, hingga berbagai event tertentu.
“Selain di Car Free Day di Kota Semarang, di Simpang Lima, Si Semar sering juga mengikuti agenda-agenda, biasanya HUT-HUT kota-kota di bawah wilayah Kantor Imigrasi Semarang. Ada event tertentu, kita berkunjung ke sana, keliling kota dan kabupaten,” ujarnya.
Konsep layanan bergerak ini dinilai menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keimigrasian secara lebih praktis dan mudah dijangkau.
Salah satu warga Semarang, Yaser, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan tersebut. Menurutnya, Si Semar memberikan pilihan bagi warga yang hanya memiliki waktu luang pada akhir pekan.
“Kita sangat terbantu sekali. Bagi masyarakat seperti saya yang hanya bisa di hari libur, tanpa datang ke kantor bisa perpanjang paspor saya yang sudah mati,” ujar Yaser.
Ari menegaskan, konsep utama Si Semar adalah menghadirkan pelayanan yang ringkas, fleksibel, dan memiliki mobilitas tinggi.
“Konsepnya kita kan ringkas, dan mobilitasnya cukup lebih dibutuhkan karena bisa bergerak dengan cepat,” katanya.
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan Si Semar Paling Paten, persoalan lokasi tak perlu menjadi kendala. Kantor Imigrasi Semarang secara berkala menginformasikan keberadaan dan jadwal layanan keliling melalui media sosial resminya.
Informasi tersebut mencakup lokasi maupun agenda pelayanan yang akan disambangi Si Semar di berbagai wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang.
“Ini yang pasti selalu kita up di media sosial kita. Bisa di-follow Imigrasi Semarang, itu selalu kita update. Misalkan ada kita mau mengadakan Si Semar Paling Paten di kota apa, di wilayah mana, itu kita selalu update di media sosial kita,” tutup Ari.
Kehadiran Si Semar Paling Paten menunjukkan bahwa pelayanan publik tak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor. Dengan mendatangi ruang-ruang aktivitas warga, layanan paspor dibuat lebih dekat, cepat, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.












