Manokwari – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing didampingi Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dan Kafasharkan TNI AL Manokwari merilis hasil Operasi Pekat Mansinam I tahun 2021, di Mapolda, Manokwari, Kamis (6/5/2021).
Menurut Tornagogo, Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Mansinam I, digelar sejak 21 April hingga 5 Mei 2021 ini dalam rangka cipta kondisi menghadapi bulan suci Ramadhan sampai dengan Hari Raya Idul Fitri.
“Dengan sasaran peredaran miras, penegakkan hukum terhadap peredaran senjata tajam dan senjata api yang tidak memiliki izin, pelaku curanmor, narkoba dan judi togel,” ujarnya.
Adapun barang bukti yang diamankan, lanjut Tornagogo, miras lokal sebanyak 3.654 botol/liter, miras pabrikan 7.280 kaleng/botol, dengan total nilai Rp 1.076.421.000.
Dengan rincian, Polres Sorong (214.131.000), Polres Kaimana (156.990.000), Polres Fakfak (151.385.000), Polda Papua Barat (124.990.000), Polres Manokwari (123.620.000), Polres Sorong Kota (107.035.000), Polres Teluk Bintuni (93.810.000), Polres Raja Ampat (61.110.000), Polres Sorong Selatan (16.950.000), Polres Teluk Wondama (25.650.000), dan Polres Manokwari Selatan (750.000).
Selain itu, Polda Papua Barat juga mengamankan senjata api (senpi) jenis revolver, yang ditemukan saat razia di Simpang Tiga, Kampung Maruni, Kabupaten Manokwari.
“Tak hanya senpi rakitan, kami juga mengamankan senpi jenis Airsoft Gun dan senapan angin. Selanjutnya barang bukti senjata tajam yang didapat sebanyak 208 bilah, terdiri dari badik, parang, clurit, samurai, kapak, golok, pisau, dan arit,” jelasnya.
Saat yang sama, Pangdam memberikan apresiasi yang luar biasa atas kinerja Polda Papua Barat beserta jajarannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Provinsi Papua Barat melalui gelaran Operasi Pekat Mansinam ini.
“Berbagai macam penyakit masyarakat ini, hanya akan menghancurkan masa depan kita semuanya di Papua Barat, mulai dari miras, sajam, narkoba, dan pencurian yang masih banyak terjadi,” tambahnya.
Hal ini, kata Cantiasa, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat kita masih ada yang melakukan kegiatan terlarang, yang juga merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita lihat masih banyak saudara-saudara kita yang melakukan pelanggaran dan tidak mengikuti aturan tentang mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Untuk itu kita berharap melalui kegiatan press release ini akan menjadi perhatian bagi seluruh warga masyarakat Papua Barat khususnya, dan kita semuanya,” jelasnya.
Pada kasempatan itu, Cantiasa mengajak semua elemen harus bersinergi, berintegrasi, dan berkolaborasi. “Mari semuanya bergabung dengan menyamakan visi kita dalam membangun Tanah Papua ini,” tegasnya.
“Tugas Kodam XVIII/Kasuari adalah menjaga stabilitas keamanan, diantaranya dengan membantu Polda Papua Barat. Kita bersama-sama melakukan sweeping di wilayah untuk mengantisipasi dan mengatasi penyakit masyarakat ini, termasuk dengan melibatkan Babinsa-Babinsa,” pungkasnya. fery












