Semarang ,Topikonline.co.id– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, menegaskan bahwa integritas, profesionalisme, dan loyalitas merupakan fondasi utama yang harus dipegang teguh setiap aparatur sipil negara (ASN). Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Senin (8/6).
Pelantikan tersebut menandai perubahan status sepuluh pegawai yang sebelumnya menjalani masa pengabdian sebagai calon aparatur sipil negara. Mereka terdiri dari lima dokter dan lima pejabat fungsional tertentu yang bertugas di berbagai unit kerja pemasyarakatan di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Mardi Santoso menekankan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah bukan sekadar agenda formal atau administratif. Menurutnya, momen tersebut merupakan titik awal penguatan komitmen sebagai pelayan publik yang mengemban amanah negara.
“Pelantikan dan pengambilan sumpah ini harus dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab moral, profesional, dan spiritual dalam menjalankan tugas. Jadilah ASN yang berintegritas, disiplin, loyal terhadap organisasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Pemasyarakatan,” tegas Mardi.
Ia mengingatkan bahwa status sebagai PNS membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, para pegawai dituntut terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika, serta menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
“Setelah resmi menjadi PNS, saudara memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Tunjukkan dedikasi, terus belajar, jangan cepat berpuas diri, dan jadilah teladan dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat. Kepercayaan yang diberikan negara harus dijawab dengan kinerja yang profesional dan penuh integritas,” ujarnya.
Tak hanya itu, Mardi juga menyoroti pentingnya menjaga citra institusi di era digital yang serba terbuka. Menurutnya, setiap perilaku ASN, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, akan menjadi cerminan organisasi.
“Setiap tindakan dan perilaku saudara akan mencerminkan wajah organisasi. Karena itu, jagalah etika, kedisiplinan, dan profesionalisme. ASN Pemasyarakatan harus mampu menjadi pribadi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan,” pesannya.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung khidmat dengan disaksikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Ina Purnaningati Saputro serta Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Muhamad Susanni.
Usai pelantikan, salah satu pegawai yang resmi menyandang status PNS, Brylian Fandhi, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kesiapannya mengemban amanah yang lebih besar.
“Saya merasa bersyukur dan bangga dapat resmi menjadi PNS. Ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat. Saya siap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Pemasyarakatan,” kata Brylian.
Pelantikan sepuluh PNS baru ini diharapkan semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemasyarakatan Jawa Tengah. Dengan hadirnya tenaga profesional, khususnya dari unsur kesehatan dan jabatan fungsional, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta penguatan tata kelola pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berintegritas.












