Boyolali, Topikonline.co.id — Menghadapi potensi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, Polres Boyolali menyiagakan delapan pos pengamanan di sejumlah titik strategis. Pos-pos tersebut menjadi bagian dari skema pengamanan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, pengamanan melibatkan total 622 personel gabungan yang berasal dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga instansi terkait lainnya.
“Ada delapan pos yang kami siapkan, terdiri dari satu pos terpadu, lima pos pengamanan, dan dua pos pelayanan,” kata Indra usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Mapolres Boyolali, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, pos terpadu ditempatkan di pusat Kota Boyolali sebagai pusat koordinasi pengendalian arus lalu lintas sekaligus pengamanan wilayah. Sementara dua pos pelayanan disiagakan di Rest Area Tol 487 A dan 487 B, yang menjadi titik singgah utama pemudik di jalur Tol Trans Jawa.
Adapun lima pos pengamanan lainnya ditempatkan di jalur arteri yang diperkirakan menjadi titik kepadatan kendaraan, yakni Karanggede, Ampel, Ngemplak, Exit Tol Banyudono, dan Exit Tol Mojosongo.
Indra menjelaskan, penempatan pos di titik-titik tersebut didasarkan pada posisi strategis Kabupaten Boyolali sebagai jalur perlintasan pemudik dari wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah menuju Jawa Timur dan kawasan timur Indonesia.
“Karena Boyolali berada di jalur strategis, kami mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang signifikan,” ujarnya.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada periode Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia.
Polres Boyolali memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.
Selain pengamanan lalu lintas, kepolisian juga menyiapkan berbagai layanan bagi pemudik guna meningkatkan kenyamanan perjalanan. Di antaranya layanan derek gratis bagi pengguna jalan tol serta layanan tambal ban online.
“Layanan derek gratis dan tambal ban online dapat diakses melalui call center 110, sedangkan layanan Pertamina Mobile melalui 135,” jelas Indra.
Sementara itu, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro menegaskan pihaknya turut memperkuat pengamanan dengan mengerahkan 48 personel TNI yang akan bertugas di delapan pos pengamanan.
Tak hanya itu, sekitar 100 personel Kodim Boyolali juga disiagakan sebagai pasukan siap gerak yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila situasi di lapangan membutuhkan tambahan kekuatan.
Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memastikan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Boyolali berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberi rasa nyaman bagi jutaan pemudik yang melintasi jalur tersebut.












