Berita  

May Day 2026: Presiden Prabowo Dapat Penghargaan SMART Indonesia atas Dedikasi untuk Buruh

Ketua Umum Serikat Muda Amanat Rakyat Indonesia (SMART Indonesia), Yayan Septiadi,foto:Istimewa

Jakarta,Topikonline.co.id – Ketua Umum Serikat Muda Amanat Rakyat Indonesia (SMART Indonesia), Yayan Septiadi, menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional (May Day) kepada seluruh pekerja di Indonesia. Dalam momentum peringatan 1 Mei 2026, Yayan menegaskan bahwa buruh merupakan pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen.

Menurutnya, kesejahteraan pekerja tidak dapat dipisahkan dari terciptanya ekosistem usaha dan investasi yang sehat, aman, serta berkeadilan.

“Momentum May Day harus menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pekerja tidak bisa dilepaskan dari terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif. Buruh dan investasi adalah dua elemen yang saling menguatkan,” ujar Yayan, Jumat (1/5/2026).

Yayan juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto yang kembali hadir dalam peringatan Hari Buruh di Lapangan Monas, Jakarta. Kehadiran Presiden dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kaum pekerja.

“Presiden Prabowo telah dua kali menghadiri perayaan Hari Buruh sejak menjabat. Beliau juga menjadi presiden pertama di era reformasi yang hadir langsung dalam peringatan May Day, setelah Bung Karno pada 1965. Ini adalah langkah bersejarah yang patut diapresiasi,” tegasnya.

Ia menilai, kehadiran kepala negara di tengah ribuan buruh menjadi simbol kuat bahwa pemerintah serius mendengar, merangkul, dan memperjuangkan aspirasi pekerja.

“Kehadiran Presiden Prabowo mencerminkan keseriusan negara dalam merangkul buruh. Ini adalah pesan tegas bahwa pemerintah berpihak pada kelompok pekerja,” katanya.

Namun, Yayan mengingatkan bahwa keberpihakan kepada buruh tidak cukup hanya melalui regulasi ketenagakerjaan. Pemerintah, kata dia, juga harus memastikan investasi terbebas dari praktik intimidasi, pungutan liar, maupun aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat.

“Investasi yang masuk ke Indonesia tidak boleh terganggu oleh intimidasi atau pungutan liar dari oknum yang mengatasnamakan ormas. Jika kita ingin menciptakan jutaan lapangan kerja, tidak boleh ada ruang bagi premanisme berkedok organisasi,” tandasnya.

Ia pun menyerukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga iklim investasi tetap aman dan kompetitif.

“Hari Buruh adalah pengakuan atas kontribusi besar para pekerja. Hak-hak buruh hanya akan terjamin jika dunia usaha tumbuh dalam suasana yang aman, adil, dan bebas dari gangguan,” ucapnya.

Yayan menambahkan, dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, berbagai kebijakan strategis telah diluncurkan sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada kaum buruh. Mulai dari pembentukan Satgas Mitigasi PHK, perlindungan pekerja transportasi online, ratifikasi Konvensi ILO 188, hingga pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Selain itu, pemerintah juga memperkuat jaminan kehilangan pekerjaan, menyediakan hunian bagi buruh di kawasan industri, menaikkan upah minimum nasional sebesar 6,5 persen, memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas, serta mengalokasikan perlindungan sosial senilai Rp500 triliun pada 2026.

“Negara harus hadir dan tegas. Melindungi investor sejatinya adalah melindungi masa depan buruh, karena dari investasi lahir lapangan kerja, kesejahteraan, dan harapan,” pungkas Yayan.