Polda Metro Amankan 5 Orang Pengurus Khilafatul Muslimin dan Uang Lebih Dari 2,3 Miliar

Semanggi – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali menangkap dua orang tersangka yang juga tokoh sentral organisasi masyarakat (Ormas) Khilafatul Muslimin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan penangkapan terhadap pengurus Khilafatul Muslimin, pada Sabtu (11/6) malam yang berlokasi di kota Medan, Sumut dan kota Bekasi, Jabar.

Bacaan Lainnya

“Adapun penangkapan terhadap 4 orang yang kita lakukan ini dilakukan pada tanggal 11 Juni tahun 2022 kemudian tempat penangkapan atau titik penangkapan ada 3 yang pertama di Bandar Lampung yaitu di kantor pusat Khilafatul Muslimin kemudian yang kedua di Bekasi tepatnya di Pekayon kemudian yang ketiga di Kota Medan yang berlokasi di jalan Marelan kota Medan,” ujar Zulpan kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/6/2022) sore.

Zulpan menjelaskan, peran orang yang ditangkap di Bandar Lampung ini sebagai Sekretaris Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan organisasi, kemudian yang kedua ini ditangkap di Bandar Lampung juga ini perannya menyebarkan doktrin melalui sistem pendidikan dan juga pelatihan yang dilakukan oleh ormas Khilafatul Muslimin.

“Kemudian yang ketiga, F ini ditangkap di kota Medan ini perannya sebagai penanggung jawab keuangan dan pengumpul dana dari khilafah muslimin, kemudian yang keempat yang kita tangkap di Kota Bekasi inisialnya SW ini perannya sebagai pengurus dan juga pendiri Khilafatul Muslimin bersama dengan pimpinan tertinggi mereka (Abdul Qadir Hasan Braja),” tutur Zulpan.

Sementara tersangka yang ditangkap di kota Medan, saat ini sedang dalam perjalanan menuju Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Bersama tersangka, lanjut Zulpan, penyidik juga mengamankan barang bukti dari tiga titik ini diantaranya adalah selebaran, selebaran maklumat terkait dengan khilafah, buku buletin dan majalah terkait Khilafathul Muslimin, atribut ormas khilafatul Muslimin, beberapa unit komputer, dokumen yang terkait dengan organisasi Khilafatul Muslimin, termasuk uang tunai lebih dari Rp2,3 Milyar.

Zulpan mengungkapkan, para tersangka diduga telah melakukan tindak pidana menghasut, mengembangkan serta menyebarkan ajaran atau faham yang bertentangan dengan Pancasila serta penyampaian informasi (pemberitaan bohong) yang berakibat keonaran di kalangan masyarakat.

Tersangka dijerat dengan Pasal 59 Ayat 4 Huruf C Jo Pasal 82A Ayat 2 UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyaratan Menjadi Undang Undang dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. *fery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.