113 Peserta MagangHub Kemnaker Dibekali Langsung Dirjenpas Mashudi, Diminta Berani Berkomunikasi dan Jaga Integrita

Sebanyak 113 peserta Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 1 Tahun 2026 resmi mengikuti pembekalan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Digelar di Graha Bakti Pemasyarakatan, Selasa (11/8/2026),Foto:ist

Jakarta,Topikonline.co.id— Sebanyak 113 peserta Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 1 Tahun 2026 resmi mengikuti pembekalan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Digelar di Graha Bakti Pemasyarakatan, Selasa (11/8/2026), kegiatan ini menjadi pintu awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat dunia kerja sekaligus kompleksitas tugas Pemasyarakatan.

Tak sekadar seremoni penerimaan, pembekalan tersebut diarahkan untuk memastikan para peserta memahami tugas, fungsi, prosedur, tata kerja, hingga karakter lingkungan kerja di jajaran Pemasyarakatan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi hadir memberikan arahan langsung. Ia menekankan agar kesempatan magang tidak dipandang sebatas memenuhi kewajiban program, melainkan menjadi ruang untuk menggali potensi, mengasah kemampuan, membangun kedisiplinan, dan memperoleh pengalaman kerja nyata.

“Pemasyarakatan itu bagaimana kita membimbing, mengarahkan, mengajarkan, dan menuntun Warga Binaan untuk menjadi lebih baik, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya,” ujar Mashudi.

Pesan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa pekerjaan di lingkungan Pemasyarakatan memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar menjaga keamanan lembaga pemasyarakatan.

Saat ini, Ditjenpas menaungi 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang tersebar di 33 provinsi. Di dalamnya terdapat lebih dari 274 ribu Warga Binaan yang membutuhkan pelayanan, pembinaan, sekaligus pengamanan secara berkelanjutan.

Besarnya jumlah UPT dan Warga Binaan tersebut menunjukkan betapa kompleksnya tanggung jawab yang harus dijalankan insan Pemasyarakatan. Karena itu, para peserta MagangHub dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang memiliki aturan dan karakteristik tersendiri.

Untuk memastikan program berjalan efektif, kinerja peserta akan dievaluasi dan dipantau setiap bulan. Evaluasi mencakup perkembangan kemampuan, pelaksanaan tugas, serta potensi yang ditunjukkan selama menjalani program.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai prosedur dan peraturan yang berlaku di lingkungan Ditjenpas. Pembekalan ini menjadi fondasi agar mereka mampu bekerja secara tertib, bertanggung jawab, disiplin, serta menghormati tata kerja yang berlaku.

Mashudi meminta seluruh peserta memanfaatkan setiap kesempatan selama magang untuk belajar sebanyak mungkin.

Ia juga mendorong peserta memberikan kontribusi sesuai bidang dan kompetensi masing-masing, namun tetap berada dalam koridor aturan yang telah ditetapkan.

Satu hal yang mendapat perhatian khusus dari Mashudi adalah komunikasi.

Para peserta, terutama mereka yang berasal dari luar daerah dan harus merantau atau tinggal bersama keluarga maupun kerabat, diminta tidak memendam persoalan selama mengikuti program.

“Jangan sungkan kalau ada masalah atau kendala selama menjalankan magang. Sampaikan kepada kami, mentor, maupun staf yang ada di Ditjenpas. Terlebih bagi yang merantau atau tinggal bersama saudara, jangan dipendam sendiri. Komunikasikan sehingga kita bisa bersama-sama mencari solusi,” pesannya.

Menurut Mashudi, komunikasi terbuka penting agar setiap persoalan dapat segera diketahui dan dicarikan jalan keluar. Dengan demikian, peserta dapat menjalani masa magang secara optimal tanpa mengabaikan tanggung jawab maupun kondisi pribadi yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Ditjenpas.

Melalui program MagangHub ini, 113 peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana Pemasyarakatan menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, dan pengamanan.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi peserta untuk mengembangkan kompetensi dan membangun karakter profesional—dengan disiplin, tanggung jawab, komunikasi yang sehat, kepatuhan terhadap aturan, serta menjaga kesehatan selama menjalani program.