Pasutri di Rawa Buaya Edarkan Upal Pecahan 20 Ribu dan 50 Ribu Diamankan Polsek Kalideres

KALIDERES – Polsek Kalideres Jakarta Barat mengamankan pasutri yang memalsukan uang rupiah dan mengedarkannya di wilayah Kalideres Jakarta Barat

Pasutri tersebut diamankan disebuah
rumah kontrakan, di Jalan Marga Jaya Rt 03/11 kel. Rawa Buaya, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.

Bacaan Lainnya

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan mengatakan Polsek Kalideres berhasil membongkar peredaran uang palsu yang dilakukan oleh pasutri

“Ke dua pelaku tersebut berinisial MT (35) dan MH (29) di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cengkareng Jakarta Barat,” ujar Kompol Moh Taufik Iksan saat menggelar press conference di Mapolsek Kalideres, Rabu, (25/5/2022).

Sementara dalam kesempatan yang sama Kapolsek Kalideres Akp Syafri Wasdar mengatakan, pasutri yang diamankan tersebut mencetak dan mengedarkan uang palsu kepada para pedagang kecil.

“Mereka Edarkan dengan membeli sejumlah barang ke toko kelontongan maupun pasar,” tambah Akp Syafri Wasdar.

Orang no 1 di Polsek Kalideres ini menjelaskan, jadi dia membelanjakan dan mengharapkan kembalian.

“Jadi dia belanjakan sekitar 30rb atau 40 ribu nanti kembaliannya 10rb. nah kembaliannya itulah yang dia kumpulkan,” kata Syafri.

Lanjut Syafri, awal mula kejadian ini terbongkar pihaknya menerima informasi adanya aksi pemalsuan uang palsu rupiah disebuah rumah kontrakan, di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Menerima informasi tersebut dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Subartoyo melakukan penyelidikan guna memastikan akan kebenaran informasi tersebut.

Setibanya dilokasi kami berhasil mengamankan 2 orang pelaku yang merupakan pasangan suami istri

“Dilokasi tersebut kami berhasil mengamankan beberapa alat bukti yang dipergunakan untuk membuat uang palsu berikut upal yang sudah jadi,” kata Syafri.

Lanjut Akp Syafri Wasdar mengatakan, dari hasil penggerebekan tersebut kami mengamankan diantaranya 5 Lembar Pecahan 50 ribu, 670 lembar kertas bergambar pecahan 50 ribu, 93 lembar kertas bergambar pecahan 20 ribu, 850 lembar kertas minyak (bahan membuat rupiah), 3 helai benang sulam berlogo Bank Indonesia, 2 buah jarum, 1 lembar stiker tertulis BI 50.000,-, 5 buah printer merk EPSON berikut 3 kabel sambungan OTG, 6 buah lem kertas, 4 buah pisau carter dan 1 unit hanphone merk VIVO warna merah type Y91.

Dari hasil penyelidikan didapat, bahwa mereka (Pasutri) ini telah mencetak uang palsu kurang lebih 300 juta.

Para pelaku sudah menjalani praktik uang palsu sudah 6 bulan berjalan

“Sekali produksi tiap 30 juta itu dia butuh waktu sekitar 1 minggu sampai dengan 10 hari,” tutur Syafri.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan pasal 36 Jo 26 ayat 1 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun, dan denda maksimal Rp 10 miliar. *fer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.