Gunung Sindur,Topikonline.co.id– Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur kembali menunjukkan perannya dengan mengirimkan sarana peternakan berupa 250 set baterai kandang ayam ke dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Jawa Timur.
Pengiriman yang dilakukan pada 28 Juli 2026 tersebut menyasar Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun dan Lapas Kelas IIA Pamekasan. Masing-masing UPT menerima 125 set baterai kandang ayam yang disiapkan untuk mendukung pengembangan peternakan dengan kapasitas hingga 1.000 ekor ayam.
Langkah ini bukan sekadar distribusi sarana peternakan. Di balik pengiriman kandang tersebut, terdapat upaya membangun ekosistem pembinaan yang lebih produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan pemasyarakatan.
Melalui dukungan sarana tersebut, Lapas Pemuda Madiun dan Lapas Pamekasan diharapkan mampu mengembangkan peternakan ayam secara optimal. Program ini juga diarahkan menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Sinergi antar-UPT menjadi kunci. Pengalaman dan sumber daya yang dimiliki satuan kerja tidak berhenti di satu tempat, tetapi dapat direplikasi dan dikembangkan di UPT lainnya sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Pengembangan peternakan juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis, mulai dari pengelolaan kandang, pemeliharaan ayam, pemberian pakan hingga pengelolaan hasil produksi.
Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi yang dapat memperkuat program pembinaan.
Bagi pemasyarakatan, pola seperti ini menjadi penting. Sebab, pembinaan tidak cukup hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga harus memberikan bekal keterampilan yang dapat menjadi modal warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pengiriman 250 set baterai kandang ayam dari Gunung Sindur menjadi salah satu contoh bahwa program ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan kemandirian.
Dari kandang-kandang sederhana itu, diharapkan lahir kegiatan produktif yang mampu menghasilkan pangan, keterampilan, sekaligus membuka jalan bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.












