Jakarta – Tegas, lugas, humanis. Tiga kata ini nampak lekat jadi salah satu poin kepribadian seorang Kombes Pol Komarudin. Pembuktian mudahnya, coba tanya saja ke Mbah Google. Cukup ketik nama perwira ini di kolom pencarian kemudian enter, dijamin ketiga kata itu bakal banyak muncul pada rekam jejak digitalnya.
Saat tulisan ini dibuat, Kombes Pol Komarudin tengah sibuk memegang amanah jabatan sebagai Kapolrestro Jakarta Pusat. Amanah ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/747/IV/KEP/2022, tertanggal 13 April 2022. Dia menggantikan seniornya, Kombes Pol Hengki Haryadi yang didapuk sebagai Direskrimum Polda Metro Jaya.
Sebelum masuk ke wilayah tengah Ibu Kota, Komarudin berada di pinggir Jakarta – tepatnya di Kota Tangerang – dengan tugas dan jabatan yang sama. Tapi itu cuma sebentar. Cukup tiga bulan bertugas di pinggiran, atasannya langsung mendorong dia kencang agar bisa melompat sampai ke tengah.
Nah, fase alur ini yang nampaknya tak banyak diperhatikan, apalagi dianalisis. Kebanyakan perhatian sudah tersedot ke pusat sebagai destinasi lompatan yang berhasil dijejak Komarudin. Only that and nothing else. Tidak salah juga, sih.
Keberhasilan Komarudin mendapatkan tongkat jabatan Kapolrestro Jakarta Pusat memang menuai pujian banyak pihak. Dan pastinya, panjang juga rentetan alasan pihak atasan buat mendorong kencang Komarudin ke posisi itu. Dan sedikit contoh dari panjangnya alasan itu adalah tiga kata yang sudah tertulis di awal, tegas, lugas, humanis.
Kata ketiga, humanis, tak ubahnya seperti senjata pamungkas bagi seorang Kombes Pol Komarudin. Hanya dimunculkan dalam kondisi tertentu, namun auranya tetap kuat terpancar dan bisa dirasakan. Ini adalah kelebihan sekaligus karunia dari Tuhan buat Komarudin memimpin Polrestro Jakarta Pusat.
Terlebih semua orang pun tahu kalau wilayah tugas Komarudin adalah venue terfavorit untuk bikin aksi unjuk rasa. Nyaris tak pernah kosong agenda aksi ini setiap harinya. Yang berbeda cuma di volume, tapi kemasannya tetap sama dengan toa, spanduk dan bendera. Semua peserta aksi kemudian datang dan berkumpul di satu titik guna mendengarkan orasi berisi penolakan atau sebaliknya berisi dukungan.

Menghadapi dinamika seperti ini, aparat kepolisian sebagai garda terdepan pengamanan tentu harus pandai membaca karakter pihak yang dihadapi. Tujuannya agar aksi tetap berjalan lancar dan tidak keluar dari frame kondusif. Win-win solution, of course. Yang demo senang dan puas karena bisa curahkan jeritan hati, yang jagain demo juga tenang dan lega karena yang dijagain bisa tertib tidak rusuh.
Nah, semua bekal untuk mewujudkan kondisi itu ada dalam diri Kombes Pol Komarudin. Kemampuan naturalnya dalam membaca dan menganalisis karakter secara cepat langsung disampaikan dan dibahas bersama jajaran sebelum terjun bertugas mengawal aksi.
Ilmu yang ditularkannya ini bak jadi bekal pembelajaran sekaligus tantangan buat para personel di lapangan untuk bisa diterapkan. Dan Kombes Pol Komarudin juga tak pernah absen terjun langsung turut menjaga aksi demo sembari mengawasi dan memetakan kondisi di lapangan. Humanis, tegas dan lugas pun seketika terangkum jadi satu dari sosoknya.
Kagetkan Nusantara dan Dipuji
Sejak bertugas di Jakarta Pusat pada April 2022, Kombes Pol Komarudin juga tercatat sudah bisa bikin kaget satu nusantara. Gimana tak kaget. Yng kena seret adalah jenderal bintang dua sekaligus seniornya dari satuan kerja yang sama yakni lalu lintas. Yah, dia yang dimaksudkan itu adalah Irjen Pol Teddy Minahasa
Kisahnya ini dimulai dari aksi Satresnarkoba Polrestro Jakarta Pusat yang menangkap pengedar narkoba berinisial HE, pada Senin, 10 Oktober 2022 sekitar pukul 20.00 WIB. Dari tangan tersangka, disita dua klip plastik isi sabu dengan berat 12 gram dan 32 gram.
Selanjutnya, masih di hari yang sama, pengembangan lanjut ke penangkapan AR alias Abeng sebagai terduga pemasok sabu ke HE. Namun untuk barang bukti di penangkapan AR nihil.
“Dari hasil interogasi Saudara AR mengarah kepada Saudara AD yang secara kebetulan kosnya persis berdepan-depanan dengan AR,” kata Komarudin ketika itu.
“Setelah kami lakukan pendalaman, di sana baru kami ketahui kalau Saudara AD adalah anggota Polri aktif dari kesatuan narkoba Polres Metro Jakarta Barat.”
“Dan dari hasil pendalaman terhadap AD, didapatkan keterangan bahwa barang yang dimilikinya didapat dari anggota Polri yakni Kompol Kasranto yang ketika itu menjabat Kapolsek Kalibaru,” sambungnya lagi.

Mengacu dari keterangan itu, terus Komarudin, dia langsung melapor ke Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, terkait perkembangan tindak lanjut hasil ungkapan jajaran. Kapolda Fadil lalu memerintahkan Komarudin untuk koordinasi dengan Kabid Propam Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhirawa dan Diresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa agar bersama-sama melakukan pengembangan.
Dipimpin Kombes Mukti, Kompol Kasranto pun ditangkap. Turut serta diciduk Aiptu J dari Polres KPPP Tanjung Priok dengan barang bukti 305 gram sabu.
Selanjutnya, dari keterangan Kompol Kasranto diketahui barang tersebut didapat dari Linda Pujiastuti yang sering melakukan pertemuan dengan AW di Kebon Jeruk, Jakbar.
“Kami melakukan penangkapan kepada Saudara AW di kediamannya di Kompleks Taman Kedoya Baru 12 Oktober 2022 bersama Saudara A. Di tempatnya ditemukan 1 kg sabu,” jelas Kombes Pol Mukti Juharsa kala itu.
Dari penangkapan itu, informasi berkembang lagi lewat pengakuan barang jenis sabu masih ada dan disimpan anggota Polri berpangkat AKBP dengan nama Dody Prawiranegara. Pengakuan itu ternyata benar adanya. Dari tangan AKBP Dody yang pernah menjadi Kapolres Bukit Tinggi, barang dimaksud itu ditemukan di rumahnya dengan volume berat 2 kg.
Namun yang tak disangka, penangkapan AKBP Dody ini ternyata jadi pengembangan akhir menuju klimaks. Dalam pengakuannya, AKBP Dody menyatakan menggunakan jasa A sebagai perantara dengan Linda Pujiastuti yang notabene adalah teman Irjen Pol Teddu Minahasa. Lalu dikatakannya juga, Irjen Pol Teddy Minahasa sebagai Kapolda Sumatera Barat ketika itu adalah penggali barang bukti 5 kg sabu dari Sumbar.
“Dari 5 kg itu sudah terpecah menjadi 3,3 kg sabu yang diamankan dan 1,7 kg sabu yang sudah dijual Saudara BG. Tapi kita sudah amankan semuanya, termasuk rencana diedarkan di Kampung Bahari,” jelas Kombes Pol Mukti.

Irjen Pol Teddy Minahasa ditangkap Propam Polri tanpa perlawanan pada Selasa, 13 Oktober 2022. Penangkapan ini cuma berjarak tiga hari setelah turun Surat Telegram Nomor ST/2134/X/KEP/2022 yang menunjuknya sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol Nico Afinta yang dimutasi jadi Sahlisosbud Kapolri.
Keesokan harinya, 14 Oktober 2022, Kapolri kembali menerbitkan TR yang menunjuk Irjen Pol Toni Hermanto sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Teddy Minahasa. Ini, membuat Teddy Minahasa otomatis langsung dicap sah sebagai pemilik rekor Kapolda dengan masa jabatan tersingkat – cuma empat hari.

Berbeda dengan Komarudin. Di hari yang sama dia justru dapat pujian dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran. Dikatakan Kapolda Fadil, pengungkapan kasus narkoba dengan kualitas tersangka jenderal polisi bintang dua yang aktif menjabat bisa terjadi karena wujud sensitivitas Komarudin sebagai kapolres.
“Apa yang teman-teman dengar sebelumnya adalah wujud sensitivitas kapolres. Dalam hal ini Kapolrestro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin yang mau dan peka mendengarkan aduan masyarakat,” kata Irjen Fadil Imran saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakpus, Jumat, 14 Oktober 2022 silam.
Dan lagi-lagi, pujian ini membawa ingatan langsung balik ke tiga kata di awal tulisan ini. Tegas, lugas, humanis, terangkum satu makna dalam pujian Irjen Pol Fadil Imran untuk Kombes Pol Komarudin kala itu.
Dan akhirnya, bisa jadi menarik buat disimak dan ditunggu. Dari rangkaian kecil penafsiran tulisan ini, kira-kira kapan dan lewat alur mana perwira menengah kelahiran Jakarta, 2 Juni 1975 ini nanti pecah bintang.
Jika acuannya adalah level jabatan sekarang, besar kemungkinan – boleh dianggap sebagai prediksi atau ramalan, Kombes Pol Komarudin mungkin saja berjodoh dengan bintang pertamanya dari alur purnatugas sebagai Dirlantas Polda Metro Jaya. Believe it or not? Let time answer it later. bembo
Riwayat Jabatan
– Kasubdit Regident Ditlantas Polda Banten.
– Kapolres Serang (2016).
– Wakapolresta Tangerang (2018)
– Kapolres Pontianak (2019)
– Analis Kebijakan Madya bidang Gakkum Korlantas Polri .
– Kapolres Metro Kota Tangerang Kota (2021).
– Kapolres Metro Jakarta Pusat (2022 – sekarang)












