Kerajinan Lokal Tempe Berharap Berkah Jalan TMMD Batang

BATANG – Tambahan jempol satu lagi juga datang dari Muji (31) warga Dusun Durensari Rt. 1 Rw. 4 Desa Durenombo Kecamatan Subah, wiraswasta rumahan membuat tempe. Itu semua terkait pembangunan akses pendekat yang akan segera menghubungkan dusunnya dengan desanya, Durenombo.

Sudah lama memang, dari jaman buyutnya sudah menantikan pembangunan jalan yang tentunya akan mengangkat kesejahteraan ekonomi, pendidikan dan kesehatan warga khususnya dusunnya. Diketahui selama ini, warga disana harus memutar jarak 17 kilometer memutar melewati Desa/Kecamatan Pecalungan-Dusun Gepret Desa Durenombo dan akhirnya sampai ke Durenombo dengan estimasi waktu kurang lebih 1 jam perjalanan, karena akses yang dilalui dari Pecalungan-Gepret cukup rusak.

Peningkatan omset juga sudah pasti akan dirasakannya secara langsung dalam waktu dekat setelah jalan aspal sepanjang 2.359 meter selesai dan diresmikan saat Upacara Penutupan TMMD 14 November ini. Tak hanya warga Pecalungan saja, kedepan warga Durenombo dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Tulis (kecamatan tetangga Subah) diharapkan akan menjadi destinasi pemasaran kerajinan tempe miliknya.

Dari home industri rumahannya, Muji mengaku menghabiskan kedelai 35 Kg/hari untuk produknya tersebut dan mendapatkan laba bersih sekitar kurang lebih 150 ribu/hari. Dari usahanya itu juga, kini sudah dapat membuka lapangan kerja baru dengan menggaji dua karyawan warga lokal dengan upah 30 ribu rupiah per harinya.

“Terima kasih banyak Bapak Bupati dan Pak Dandim atas perhatiannya membangun jalan buat warga kami. Ini sangat bermanfaat sekali, semoga akan dapat menambah karyawan lagi jika saya mendapatkan pelanggan baru dari Durenombo dan desa-desa di Kecamatan Tulis.” harapnya sekaligus mengapresiasi. (Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *