Ekbis  

Kapolri Kocok Ulang Pucuk Pimpinan Daerah, Tiga Kapolda Diganti Sekaligus

Jakarta,Topikonline.co.id— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali mengocok struktur pimpinan Polri. Sejumlah perwira tinggi hingga perwira menengah dimutasi, termasuk tiga jabatan strategis kepala kepolisian daerah (kapolda). Rotasi ini menegaskan konsolidasi internal Polri di awal 2026, sekaligus sinyal penguatan komando di wilayah rawan dinamika keamanan.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor KEP/62/I/2026 tertanggal 15 Januari 2026. Tiga kapolda yang mengalami pergantian adalah Kapolda Sumatera Selatan, Kapolda Papua Barat, dan Kapolda Papua Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan terbitnya telegram mutasi tersebut.

“Iya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (24/1/2026).

Daftar Kapolda yang Dirotasi

Kapolda Sumatera Selatan kini dijabat Irjen Pol Sandi Nugroho, menggantikan Irjen Andi Rian.

Kapolda Papua Barat dipercayakan kepada Brigjen Alfren Papare, menggantikan Irjen Johnny Eddizon Isir.

Kapolda Papua Tengah dijabat Kombes Jermias Rontini, menggantikan Brigjen Alfren Papare.

Pergantian ini dinilai bukan sekadar rotasi rutin, melainkan bagian dari penajaman strategi pengamanan dan pelayanan publik, terutama di wilayah dengan tantangan keamanan dan sosial yang kompleks seperti Papua.

Irjen Sandi Nugroho: Figur Reserse ke Sumsel

Sorotan utama tertuju pada penunjukan Irjen Pol Sandi Nugroho sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Lulusan terbaik Akpol 1995 ini dikenal sebagai perwira dengan rekam jejak panjang di bidang reserse dan penanganan kejahatan besar. Sebelum dipercaya memimpin Polda Sumsel, Sandi menjabat Kepala Divisi Humas Polri dan sebelumnya Karojianstra SSDM Polri.

Pendidikan:

Akpol 1995

PTIK (2002)

Sespim Pol (2009)

Sespimti (2018)

Karier Singkat:

Memulai dinas di Polda Metro Jaya, Sandi pernah menjabat Kapolres Bandung, Kapolrestabes Medan, hingga Kapolrestabes Surabaya. Ia juga lama berkiprah di Bareskrim Polri, menangani tindak pidana industri, perdagangan, dan ekonomi khusus—bidang yang krusial bagi Sumatera Selatan sebagai wilayah strategis ekonomi dan sumber daya.

Konsolidasi Awal Tahun

Rotasi ini mempertegas langkah Kapolri dalam menempatkan figur-figur berpengalaman pada posisi kunci. Di tengah tuntutan publik akan penegakan hukum yang tegas, profesional, dan transparan, mutasi kapolda menjadi penanda arah kebijakan Polri sepanjang 2026.

Publik kini menanti, apakah perombakan ini akan berbuah pada peningkatan keamanan, penegakan hukum tanpa kompromi, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat di daerah.(IWAN)