Bogor,Topikonline.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang Bogor kembali menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak berhenti di balik tembok penjara. Melalui program Jumat Berkah, Lapas Paledang membagikan 90 kilogram telur hasil budidaya ayam petelur kepada masyarakat sekaligus meluncurkan inovasi SIGADING (Sistem Integrasi Legalitas dan Digital Marketing) guna memperluas pemasaran produk UMKM karya warga binaan, Jumat (24/7/2026).
Aksi sosial tersebut menyasar warga sekitar, pengemudi ojek online (ojol), hingga sopir angkutan kota (angkot) yang melintas di depan Lapas Kelas IIA Paledang Bogor. Telur yang dibagikan merupakan hasil program pembinaan kemandirian warga binaan yang selama ini dikembangkan sebagai bagian dari pembekalan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIA Paledang Bogor, Raden Budiman Priatna Kusumah, mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus bentuk pemanfaatan hasil pembinaan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Program ini bukan sekadar berbagi, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Lapas mampu menghasilkan karya yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno, turut mendampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Paledang Bogor, Moch. Yudha Triwangga, saat meluncurkan dan mensosialisasikan Program Inovasi SIGADING (Sistem Integrasi Legalitas dan Digital Marketing).
Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk UMKM hasil karya warga binaan melalui penguatan aspek legalitas usaha serta optimalisasi pemasaran berbasis digital.
Sebagai Project Leader SIGADING, Moch. Yudha Triwangga menjelaskan bahwa berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan kini telah memiliki legalitas usaha sesuai ketentuan dan dipasarkan di bawah merek “Jembatan Merah Pledang”.
Tak hanya itu, seluruh produk juga telah terintegrasi dengan berbagai platform digital sehingga masyarakat dapat melakukan pemesanan secara lebih mudah melalui GoFood, GrabFood, WhatsApp Business, maupun katalog digital yang tersedia pada laman https://bakesnbrewspledang.store� melalui pemindaian QR Code atau pencarian langsung di aplikasi.
Menurut Yudha, kehadiran SIGADING diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk hasil pembinaan di Lapas.
“SIGADING tidak hanya menjadi sarana pemasaran digital, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan, pengalaman, dan peluang usaha yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Pelaksanaan Jumat Berkah yang dipadukan dengan peluncuran SIGADING menjadi gambaran transformasi pembinaan pemasyarakatan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Lapas Paledang tidak hanya fokus pada pembentukan karakter warga binaan, tetapi juga mendorong lahirnya produk-produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi, legalitas yang jelas, serta mampu bersaing di pasar digital.
Melalui inovasi tersebut, Lapas Kelas IIA Paledang Bogor menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berdampak nyata. Hasilnya bukan hanya dirasakan oleh warga binaan, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan mampu melahirkan karya yang bernilai dan berdaya saing.












