Daerah  

Jual Motor Bodong di Medsos, 3 Orang Diamankan Tim Cobra Lumajang

LUMAJANG – Tim Cobra Polres Lumajang berhasil mengamankan AH (29) warga Desa Tempe Tengah, kecamatan Tempe, R (37) warga Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung dan A (28) warga Desa Boreng, Lumajang, yang diketahui menjual kendaraan ST (STNK only) atau lebih dikenal sebagai motor bodong.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban dalam keterangan tertulisnya yang diterima TOPIKONLINE, Rabu (03/07/2019) menjelaskan, penangkapan tersebut hasil patroli cyber di media sosial.

Lantaran motor ST tersebut tak dilengkapi dengan BPKB, sehingga harga dari motor tersebut sangat miring. Seperti contohnya adalah Mio Solu milik Abdul Haris, ia hanya menjual motor tersebut di kisaran 4 juta Rupiah. Padahal harga pasaran motor bekas tersebut masih dikisaran 12 juta Rupiah.

Sedangkan motor Vixion baru dengan harga 26 juta Rupiah, di tangan Ashari ia hanya menjual motor tersebut tak lebih dari 7 juta Rupiah.

Motor terakhir Satria Fu warna hitam yang merupakan barang bukti tersangka Rohim, ia jual seharga 5 juta Rupiah saja. Sedangkan di pasaran, motor tersebut dengan tahun yang sama baru bisa didapatkan dengan harga paling murah adalah 10 juta Rupiah.

Penangkapan ketiga tersangka kami lakukan dengan tehnik under cover buy, yaitu menyamar sebagai pembeli. Penjualan dilakukan secara langsung bayar ditempat, pertemuan dilakukan selalu ditempat sepi dan tengah malam,” ujar Arsal.

Ia mengimbau, kalau kita ingin memutus mata rantai begal dan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Lumajang, maka tidak boleh ada toleransi terhadap pemilik kendaraan Bodong, karena suplai kendaraan bodong tersebut diperoleh dari hasil kejahatan seperti begal maupun curanmor.

“Berarti semakin banyak permintaan motor bodong, maka semakin tinggi tingkat curanmor dan begal, karena merupakan mata rantai yang saling tersambung,” terangnya.

Arsal juga menyampaikan, pihaknya akan meningkatkan patroli cyber guna mencegah terjadinya kejahatan dan lebih menciptakan keamanan kepada masyarakat Lumajang.

“Kami akan terus meningkatkan operasi motor bodong di facebook, mengingat masih banyak beredar motor bodong di wilayah Lumajang,” tegasnya. ferry

Tinggalkan Balasan