Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan berharap penerapan electronic traffic law enforcement (E-TLE) tak memunculkan dua ‘muka’.
‘Muka’ pertama penerapan E-TLE menunjukkan upaya Polri untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
Sementara di ‘muka’ yang satunya justru membuka ruang untuk oknum petugas melakukan praktik nakal.
“Saya berharap E-TLE tak digunakan sebagai langkah Polri untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari tilang,” ujar Edison dalam diskusi bertajuk “E-TLE, Siapkah?” yang diinisiasi Forum Wartawan Polri (FWP) di Balai Wartawan Pojok Semanggi Polda Metro Jaya, Jumat (26/10) sore.
“Ditlantas Polda Metro Jaya harus bisa menjelaskan secara rinci, terang dan mudah dimengerti ke masyarakat terkait dugaan tersebut,” imbuhnya lagi.
BACA JUGA:
- Di Pojok Semanggi, Dirlantas Polda Metro Jawab Keraguan ITW Terkait Penerapan E-TLE
- Uji Coba E-LTE, Ditlantas Polda Metro Jaya Pasang CCTV Pekan Ini
- Terapkan E-Tilang, Ditlantas Polda Metro Jaya Gandeng PT Pos Indonesia
Dikatakan Edison lagi, selain muncul dugaan E-TLE sebagai upaya meningkatkan PNPB dari tilang, pihaknya juga berharap Ditlantas Polda Metro Jaya bisa lebih meningkatkan pembinaan internal terhadap anggotanya.
“Wajib ditingkatkan imbauan dari kami agar oknum petugas yang ingin berbuat ‘nakal’ dan melakukan tindakan tak terpuji bisa lebih ditekan dan diminimalisir,” pungkasnya. bem












