Terapkan E-Tilang, Ditlantas Polda Metro Jaya Gandeng PT Pos Indonesia

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf .
banner 468x60

Jakarta – Ditlantas Polda Metro Jaya akan menerapkan sistem tilang elektronik (e-tilang) kepada para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Untuk menerapkan sistem ini, Ditlantas Polda Metro Jaya akan menggandeng PT Pos Indonesia untuk bekerjasama

Bentuk kerjasama tersebut adalah mendistribusikan surat tilang ke rumah para pelanggar.

“Pengiriman surat tilang nanti dikirim lewat pos. Tapi pengiriman juga bisa dilakukan anggota kita,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (18/9).

Dilanjutkannya, polisi tidak akan menahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara yang melakukan pelanggaran seperti biasa. Apabila pengendara melakukan pelanggaran lagi, denda tilangnya akan diakumulasi.

Pelanggar harus membayar denda tersebut ke bank. Jika denda tak dibayar, maka STNK kendaraannya akan diblokir dan tidak bisa bayar pajak kendaraan bermotor sebelum membayar denda tilang.

“Kalau seminggu, dua minggu tidak ada respon ya kita blokir STNK di Samsat. Jadi pas bayar pajak nanti gak bisa sebelum bayar tagihan,” kata Yusuf.

“Kalau sudah dibayar ke bank dan bukti registrasinya diserahkan ke petugas, blokir STNK otomatis terbuka,” ia menambahkan.

Guna mendukung kelancaran lalu lintas di Ibu Kota dengan sistem e-tilang, masih kata Yusuf, Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan memasang sejumlah perangkat perekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik jalan tertentu.

“Produknya dari Tiongkok dan kita sudah kontak ke sana,” kata Yusuf.

Disebutkannya juga, pengadaan CCTV dilakukan karena kamera yang dimiliki Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, kemudian Kementerian Komunikasi dan Informatika hanya berfungsi untuk memonitor semata.

Sementara kamera yang dibutuhkan untuk e-tilang adalah kamera canggih yang disetting bisa langsung menampilkan data pengendara yang melakukan pelanggaran.

Kelebihan dari kamera tersebut, jelas Kombes Yusuf, adalah kemampuannya untuk merekam hingga jarak  10 meter.

“(Dalam kondisi) gelap juga bisa. Bisa (beroperasi) 24 jam. Kita langsung foto dan langsung masuk ke back office di TMC untuk diverifikasi,” kata Yusuf.

“Nanti tinggal dilihat betul enggak melanggar. Jika iya, apa pelanggarannya,” tutupnya. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *