Jakarta,Topikonline.co.id — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Salemba saat peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah digelar di dalam lingkungan lapas. Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, gema takbir berkumandang menyatukan petugas dan warga binaan dalam satu saf ibadah yang sarat makna spiritual serta harapan akan perubahan diri.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan dengan diikuti seluruh pegawai serta warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Abdullah Rasyid, Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang, beserta jajaran pejabat struktural.
Sebelum pelaksanaan salat dimulai, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Dani Firmansyah memaparkan laporan rangkaian kegiatan Idul Adha yang dilaksanakan di lingkungan lapas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang terus diperkuat sebagai upaya membangun karakter warga binaan.
Sholat Idul Adha dipimpin oleh Muhammad Chairul Yusuf selaku imam dan khotib. Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama sebagai esensi utama Idul Adha.
“Idul Adha bukan hanya tentang berkurban secara fisik, tetapi juga bagaimana manusia mampu mengorbankan ego dan memperkuat kepedulian sosial,” pesan Muhammad Chairul Yusuf di hadapan jamaah.
Momentum Idul Adha di Lapas Salemba tak hanya menjadi ritual keagamaan semata, tetapi juga ruang pembinaan moral dan spiritual bagi warga binaan. Nuansa kekeluargaan terlihat kuat saat petugas dan warga binaan berbaur dalam suasana penuh kebersamaan.
Usai pelaksanaan salat, Abdullah Rasyid bersama Amico Balalembang dan jajaran pejabat struktural meninjau langsung proses penyembelihan hewan kurban di area lapas. Tahun ini, Lapas Salemba menyembelih 12 ekor sapi dan 17 ekor kambing sebagai simbol kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Salemba, Amico Balalembang, menegaskan bahwa peringatan Idul Adha menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan agar mampu menanamkan nilai keikhlasan dan empati dalam kehidupan sehari-hari.
“Momentum Idul Adha ini diharapkan dapat menjadi sarana introspeksi diri dan memperkuat nilai-nilai keagamaan bagi seluruh warga binaan maupun petugas, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang harmonis dan humanis,” ujar Amico.Rabu/27/5/26.
Melalui kegiatan keagamaan tersebut, Lapas Kelas IIA Salemba terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan saat kembali ke masyarakat.












