Berita  

Halal Bihalal Perantau Sumbagsel Kembali Digelar, Tanpa Panitia, Satukan Tokoh Lintas Daerah

Rakor dikantor Zulhas. Nampak Hadir,Tursandi Alwi Sekda Sumsel dan Kepala Perwakilan lima provinsi di Sumbagsel.foto:IST

Jakarta,Topikonline co.id  – Tradisi silaturahmi akbar masyarakat perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) kembali dihidupkan.

Setelah sempat vakum bertahun-tahun, agenda Halal Bihalal yang pernah berjaya di era almarhum Taufik Kiemas kini akan digelar kembali dengan konsep berbeda: tanpa panitia, namun tetap melibatkan tokoh-tokoh nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Tursandi Alwi selaku fasilitator acara saat ditemui redaksi, Selasa (14/4/2026) di Jakarta. Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan serta dukungan dari Gubernur Sumatera Selatan.

“Ide ini muncul saat pertemuan di kediaman Gubernur Lampung. Waktu itu hadir Pak Dasco, Pak Zulhas,Aburizal Bakrie,Gub Lampung dan beberapa tokoh lainnya.

Ada keinginan untuk menghidupkan kembali Halal Bihalal seperti dulu,” ujar Tursandi.

Menurutnya, kegiatan serupa terakhir kali digelar secara besar di Gedung MPR dengan Ketua Panitia Dr Qodari (KSP) dan berlangsung sukses. Namun setelah itu, kegiatan tersebut kembali tenggelam hingga akhirnya diinisiasi kembali oleh Zulhas.

“Atas dasar itu kami dipanggil di kantor Pak Zulhas. Yang hadir waktu itu Sekda Sumsel dan Kepala Perwakilan lima provinsi di Sumbagsel. Dari situ disepakati untuk kembali menyelenggarakan Halal Bihalal masyarakat perantau,” jelasnya.

Acara bertajuk “Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumbagsel” ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB di Griya Agung, Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Selatan di Palembang.

Menariknya, penyelenggaraan kegiatan ini tidak menggunakan struktur kepanitiaan formal. Seluruh pelaksanaan dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel bersama para Kepala Badan Perwakilan dari lima provinsi di wilayah Sumbagsel.

“Ini yang unik, tidak ada panitia. Semua berjalan berdasarkan koordinasi dan gotong royong antar perwakilan daerah,” kata Tursandi.

Undangan kegiatan juga tergolong istimewa. Selain ditandatangani oleh lima gubernur dari wilayah Sumbagsel, undangan tersebut turut mengatasnamakan sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Koordinator Pangan, Menteri Dalam Negeri, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Total terdapat delapan tanda tangan dalam undangan resmi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, acara akan dikemas sederhana namun sarat makna. Rangkaian kegiatan meliputi pertunjukan kesenian daerah dari lima provinsi, testimoni para gubernur, serta sambutan dari tiga tokoh utama yakni Dasco, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Zulhas sebagai inisiator.

Kapasitas peserta dibatasi sekitar 500 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat perantau Sumbagsel. Pendataan undangan dilakukan oleh masing-masing Kepala Badan Perwakilan provinsi dengan melibatkan berbagai paguyuban daerah.

“Harapannya semua tokoh masyarakat bisa terakomodasi. Kita juga mendorong koordinasi dengan berbagai paguyuban agar tidak ada yang terlewat,” ujarnya.

Dipilihnya Palembang sebagai tuan rumah disebut memiliki nilai historis. Sumatera Selatan dinilai sebagai provinsi tertua di kawasan Sumbagsel yang menjadi ‘induk’ bagi beberapa provinsi lain seperti Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung.

Sebagai fasilitator, Tursandi berharap momentum ini dapat menjadi ajang mempererat kembali tali silaturahmi masyarakat perantau, sekaligus memperkuat solidaritas lintas daerah.

“Silaturahmi itu bagian dari ajaran agama. Kami berharap para tokoh masyarakat perantau bisa hadir dan mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.