Habib Syakur : Malang Halal City Patut Diduga Agenda Pengusung Khilafah

Inisiator Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid

Jakarta – Keinginan Pemerintah Kota Malang yang terus mengupayakan Kota Malang menjadi Malang Halal City menuai kontra dari masyarakat kota itu sendiri. Salah satunya adalah ulama asal Kota Malang, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid yang mengaku kecewa.

Habib Syakur menduga jika Malang Halal City bakal jadi prototipe Negara Islam yang digagas oleh pengasong Khilafah di Indonesia.
“Patut diduga bahwa Malang Halal City adalah agenda kelompok pengusung Khilafah di Indonesia. Ini bisa jadi prototipe mereka kalau proyek ini berhasil akan jadi percontohan,” kata Habib Syakur kepada wartawan di Jakarta Selatan, Senin (27/6).

Menurutnya, jika memang tujuannya adalah untuk menciptakan Malang kota yang halal, justru program tersebut salah kaprah.
“Kalau diksinya Malang Halal City, artinya Pemkot menyebut selama ini Malang haram sehingga perlu dihalalkan. Atau apa maksudnya, saya ndak habis pikir,” ujarnya.

Kemudian jika dalilnya adalah agar terciptanya toleransi karena makanan di Malang harus ada label halal, Habib Syakur pun menduga jika Pemkota Malang menghina masyarakatnya sendiri.
“Kalau alasannya toleransi, apakah dikira selama ini warga Malang nggak toleran. Saya tegaskan masyarakat Malang sangat toleran, tak perlu ajari kami untuk toleransi,” tegasnya.

Jika tujuannya untuk memberikan program Islami, ia menilai seharusnya Pemkot Malang lebih menggunakan diksi Wisata Malang Halal City, sehingga konsep Halal bisa dizonasi.
“Kalau itu tujuannya, wisata halal atau wisata Malang halal city jauh lebih pas. Pemkot tentukan satu zona khusus yang ditetapkan sebagai kawasan halal. Kalau Malang Halal City ya nggak tepat dong, jadi selama ini Malang Haram gitu?,” paparnya.

dok: ist

Oleh sebab itu, Habib Syakur berharap kepada Pemkot Malang untuk membatalkan program Malang Halal City.
“Batalkan itu Malang Halal City, jika tidak maka Mendagri wajib panggil Wali Kota dan sebagainya serta beri sanksi yang sangat tegas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) ini menegaskan bahwa desakan ini diutarakan agar jangan sampai Malang dikuasai oleh kelompok pengusung Khilafah seperti eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang masih bergerilya sampai saat ini.
“Salah satu konsep Khilafah ala HTI ini kan menjadikan Indonesia sebagai negara-negara bagian. Bagaimana jadikan Indonesia sebagai Daulah Khilafah Islamiyah, artinya wassalam dengan NKRI,” tandasnya.

“Mending pengasong Khilafah yang bubar ketimbang Malang yang bubar,” pungkasnya. [AS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *