Dari Lapas untuk Masyarakat: 1.500 Pack Telur Dibagikan Sambut HUT RI ke-81

Koordinator UPT Pemasyarakatan Wilayah Bogor Raya, Raden Budiman Priyatna Kusumah. di dampingin Kalapas Narkotika Gunung Sindur Bambang Wijanarko,, Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto (Batik coklat tua) saat menyerahkan bantuan telur kepada masyarakat,,Foto:Ist

Gunung Sindur,Topikonline.co.id — Kemerdekaan bukan sekadar upacara, pengibaran bendera, atau seremoni tahunan. Di Gunung Sindur, semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diterjemahkan dalam aksi nyata: 1.500 pack telur dibagikan kepada masyarakat.

Aksi sosial tersebut digelar UPT Pemasyarakatan se-Bogor Raya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunung Sindur, Kamis (6/8/2026). Kegiatan dipusatkan di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur.

Bagi jajaran pemasyarakatan, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa institusi pemasyarakatan tidak berdiri sendiri di balik tembok lapas.

Ada kepedulian yang harus dibangun. Ada masyarakat yang harus dirangkul.

Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Koordinator Wilayah Bogor Raya, Raden Budiman Priyatna Kusumah.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa makna kemerdekaan harus melampaui seremoni. Semangat perjuangan para pahlawan perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada warga yang hadir.

Para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Bogor Raya bersama unsur Forkopimcam Gunung Sindur menyerahkan bantuan sebagai simbol kolaborasi dan kepedulian lintas sektor.

Pembagian bantuan kemudian dilakukan di tiga lokasi strategis.

Pertama, di area Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur. Kedua, di Pos I yang berada di pintu masuk kompleks perumahan Gunung Sindur. Ketiga, di Pos II Masjid Nurul Huda, Kampung Atas, Gunung Sindur.

Sebanyak 1.500 pack telur disalurkan kepada masyarakat melalui titik-titik tersebut.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan sosial tidak berhenti sebagai acara simbolis, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di sekitar lingkungan pemasyarakatan.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, bantuan pangan sederhana seperti telur memiliki makna tersendiri. Bukan semata soal jumlah bantuan, melainkan pesan bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal-hal konkret dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara jajaran pemasyarakatan dengan pemerintah dan unsur pimpinan di tingkat wilayah.

Kolaborasi UPT Pemasyarakatan se-Bogor Raya bersama Forkopimcam Gunung Sindur menjadi gambaran bahwa persoalan sosial tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja.

Kehadiran negara di tengah masyarakat justru semakin terasa ketika berbagai institusi mampu bergerak bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun akhirnya memperoleh makna yang lebih substansial.

Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga bagaimana mengisi masa kini dengan kepedulian dan tindakan yang memberikan manfaat.

Dari lingkungan pemasyarakatan, pesan itu disampaikan sederhana: kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika semangat berbagi dan kepedulian benar-benar sampai kepada masyarakat.