Lapas Pati Terima Bantuan Al-Qur’an dari Kemenag, Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan

Penyerahan bantuan Al-Qur'an dilakukan oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pati dan diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi dan jajaran Lapas Kelas IIB Pati,Foto:ist

Pati,Topikonline.co.id – Upaya memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan terus dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati. Salah satunya melalui bantuan sejumlah Al-Qur’an dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati yang disalurkan dalam program QURMA (Qur’an untuk Masyarakat), Selasa (2/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menyediakan sarana pembelajaran agama bagi masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang tengah menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Penyerahan bantuan Al-Qur’an dilakukan oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pati dan diterima langsung oleh jajaran Lapas Kelas IIB Pati. Kitab suci tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, mulai dari belajar membaca Al-Qur’an, memperdalam pemahaman isi kandungannya, hingga memperkuat pembentukan karakter dan spiritual warga binaan.

Kehadiran bantuan tersebut dinilai penting mengingat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan menjadi salah satu program utama yang dijalankan Lapas Pati dalam upaya membentuk warga binaan yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Pati melalui program QURMA.

“Bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembinaan keagamaan warga binaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Pati atas bantuan Al-Qur’an yang telah diberikan melalui Program QURMA,” ujar Suprihadi.

Menurutnya, Al-Qur’an yang diterima tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga media pembelajaran yang mampu membangun kesadaran spiritual serta memperkuat nilai-nilai moral warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Kami berharap Al-Qur’an yang diterima dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui sinergi antara Lapas Pati dan Kementerian Agama Kabupaten Pati, program pembinaan keagamaan diharapkan semakin optimal. Bantuan Al-Qur’an tersebut menjadi simbol bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pembentukan mental, spiritual, dan karakter warga binaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas nantinya.